Dua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[ cr? pin ]
Arthur terbangun dari tidurnya di sofa. Ia kebingungan karena biasanya gadis itu selalu berisik di pagi hari. Ketika laki-laki itu mengeceknya di kamar, ternyata tidak ada.
Lalu Arthur menyadari pintu terbuka lebar. Sepertinya gadis bertanduk merah itu sedang keluar rumah. "Hahh... kebiasaan" ia bergumam sambil memijat pelipisnya.
Akhirnya terpaksa mencari Ayla sambil merintih kesakitan dibagian punggungnya. "Dimana sibodoh itu? Jangan-jangan udah dimakan hewan liar?"ucapnya sambil berbicara sendiri.
Dan akhirnya ketemu, namun Ayla bersama dengan orang yang tidak ia duga. Awalnya ingin memanggilnya, tetapi ketika laki-laki itu mulai berjalan mendekati mereka, ia terkejut melihat orang yang bersama Ayla.
Arthur kenal orang itu dan sangat tidak ingin bertemu dengannya lagi. Ia mendengkus kesal dan menarik tubuh Ayla ke belakangnya.
Entah kenapa ia terlihat sangat kesal saat mereka berdua bertemu. Ia tidak akan menduga akan bertemu kenalannya bersama gadis iblis ini. Code 000 melirik di belakangnya Ayla.
Gadis itupun melepas genggaman tangan Arthur yang sudah terlihat sangat kesal. Tidak lama Code 000 mengeluarkan pistol kecil lalu menyandera Ayla secara tiba-tiba.
Gadis bertanduk merah itu terkejut. Ia merasa tadi di belakang Arthur. 'EH?! KE-KENAPA.. AKU TIBA-TIBA DI SANDERA SAMA DIA?!?!' Ayla panik setengah mati.
"Kau menggunakan kekuatan licikmu ternyata" ucap laki-laki itu dengan dingin.
"Sudah lama sekali, tuan."
Arthur menatap tajam pada Code 000, itu membuat bulu kuduk Ayla merinding. Lalu tidak lama setelah menatap orang itu, ia menatap pada Ayla. Tatapannya sangat menakutkan. 'D-dia sepertinya marah...' Ayla hanya bisa tersenyum manis di depannya.