42. Nakamura's Secret With The Hidden

42 18 2
                                        


Hyuji membawa mereka ke apartemen yang terlihat biasa dan harga yang cukup murah. Namun, dibalik apartemen kamar 89 milik Hyuji, berisi banyak coretan dinding. Coretan yang terlihat abstrak di dinding hingga di plafon. Tidak hanya banyak coretan, banyak barang aneh berserekan di lantai. 


Rasanya seperti sedang berada di tempat rongsokan barang bekas. "Ba-banyak sekali coretannya?!" Kiran merasa tidak betah dengan isi kamarnya. "Contoh orang yang gak mau bersih." sindir halus dari Arthur. Padahal dirinya juga tidak bersih dalam membersihkan senjatanya. 


Ketika Ayla sedang sibuk memerhatikan tulisan terpisah, ia melihat ada coretan menggunakan bahasa dunia mati. "Hyuji... bagaimana kau tau bahasa ini?" bertanya sambil menunjuk. "Ehm... aku lupa dapat dari mana! Bisakah kau terjemahkan?" Hyuji meminta tolong pada gadis bertanduk ini.


"Ini artinya 'Matilah sebelum menyesal'... apa itu maksudnya?" 


Kiran berpikir ini adalah teka-teki. Semua yang ditulis oleh Hyuji dalam kamarnya sebuah potongan kecil informasi. 


Melihat gadis kuncir kuda sedang berpikir, Arthur menepuk bahunya dan bertanya padanya. "Lu pernah kerjasama dengan pemanah dunia mati, bukan? Mungkin aja dia masih hidup trus ngirim tulisan ancaman." Arthur memastikan Kiran tidak terlibat lagi dengan hal mistis. "Awalnya aku kerjasama dengan pemanah itu."


Tidak lama Hyuji memotong pembicaraan serius mereka. "Jadi ini ulah makhluk dunia mati, kan? Ayo kita habisi pemanah itu!" sambil mendorong Arthur pergi ke arah pintu.


Ayla tidak begitu yakin ini perbuatan makhluk dari dunia mati dan terlalu mudah diambil kesimpulan pelakunya. Tulisan huruf yang terbalik dan susah dipahami. Untung saja gadis bertanduk merah memahami ejaannya. 'Hyuji bilang semua coretan kamar ini adalah coretan yang ia dengar dan lihat.'


"Dari mana Hyuji mendengar atau melihat tulisan ini?" 

"Kalian pasti gak percaya, tapi aku melihatnya di dalam mimpiku." semua langsung mematung begitu mendengar jawabannya. 


Kiran mendengus sambil menggaruk kepalanya. "Jadi ini semua cuman isi kepala lu yang liar?" Hyuji yakin itu bukan sekedar mimpi. Mimpinya selalu terasa nyata dan akan terjadi. Ia tidak mempunyai kekuatan Precognitive Dream, namun dirinya selalu percaya bahwa ada kekuatan di dalamnya. 


"Lupakan, intinya mau ngapain kita kesini?" Arthur tidak suka membuang waktu hanya untuk menebak-nebak yang tidak ada hubungan dengannya. Hyuji segera mengambil barang dari lemari dan juga mengeluarkan pensilnya. "Tulis apa yang kubilang."


Nampaknya Hyuji menyebut beberapa angka atau bisa disebut dengan sandi angka. Biasanya digunakan untuk menyamarkan isi pesan. Laki-laki itu sangat cepat menerjemahkan dengan mudah sambil menulisnya. 'Arthur hebat banget!!!' Ayla terkesima sampai memujinya dalam hati. 

Choose! Fairly Together!!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang