✦
Ayla menyender di bahu Arthur sambil menggenggam tangannya yang besar dan hangat. Gadis itu baru menyadari bahwa laki-laki ini bisa melakukan hal romantis seperti ini. Rasa kesalnya hilang begitu saja. Ucapan tulus memang benar ada di dirinya.
Gadis itu mulai ngedusel badan laki-laki di sampingnya dengan manja. "Ayla gak tau kalau Arthur bisa nyanyi dan main gitar sebagus ini." puji darinya.
"Gw cuman... pengen lu aja yang tau gw bisa begini." ia mengelus rambut Ayla yang begitu halus. Disaat momen seperti ini, Ayla jadi teringat dimana ia merasa kesal dengan Arthur karena Kiran.
Kedua warna bola matanya yang seperti langit, tiba-tiba seperti laut samudra. "Aku kira.. Arthur suka sama Kiran..." dugaan Arthur benar, Ayla cemburu saat itu. Ia tidak menjawab apapun dan hanya melanjutkan mengelus kepala gadis bertanduk merah ini.
Tanpa sadar sudah tengah malam. Mereka kembali ke rumah dan ke kamarnya masing-masing. Sebenarnya niat Arthur sudah ingin bermalam di kamar Ayla, tapi ia tidak akan melakukannya karena merasa belum seutuhnya miliknya.
"Selamat malam, Arthur!",
"Yea, Malam juga." Arthur membalas dengan senyuman tipis.
----
Pagi buta Arthur langsung membuka kekuatan batu jantung itu dan menjinakkan kekuatan di dalamnya. Batu itu benar-benar berat walaupun ukurannya sekepal tangan. Harus dibawa dua tangan dan meletakkannya harus di tempat yang cerah.
Dilakukan begitu agar sihir yang ada di batu meronta memohon dan nurut kepada majikan barunya. "Ini buat apa?" Ayla tiba-tiba muncul dari samping Arthur. "Kau liat aja pas udah selesai dipakai. Ntar juga tau." ucap Arthur sambil menarik ujung bibirnya.
Ia akan menggunakannya saat di pesta debutantenya. Pesta debutantenya itu milik Arthur, tapi dirayakan oleh Karo. Walaupun tanggal lahir mereka sama tapi mereka berdua hanya beda satu tahun.
Keluarga Ree sengaja mengadakan ebutante tanpa Arthur dan yang dihadiri Karo, agar orang-orang mengenal putra keduanya dan menjadi penerus berikutnya. Semua tanggung jawab baik dari aturan, tata rumah, dan izin akses memasuki semua bangunan berada di bawah kekuasaan izin kepala kelurga.
Laki-laki itu berambisi kuat. Tentunya ia tidak akan memberikan posisi itu kepada kedua adiknya. Sampai sekarang, ia belum menemukan alasan mengapa dirinya yang sempurna dilengserkan.
"Batunya jelek banget!",
"Kau ini.. emang mau gimana lagi warnanya?" ia merasa batunya indah dan menghindari ulasan buruk Ayla yang hanya suka warna merah muda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasíaDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
