✦
Para penjelajah duo ini menelusuri dimana letak White Heart Stone. Mereka mencari hingga sampai diperbatasan antara kota dan rawa.
Awalnya itu bukanlah sebuah rawa, melainkan jalanan yang lumayan menurun. Hujan besar yang membasahi jalanan membuat air tergenang. Ditambah ada lubang besar di beberapa jalan kota, sehingga tidak ada satupun yang berpenghuni.
Bau amis darah masih menyengat. Arthur yakin sekali dulu banyak manusia yang tinggal disini. 'Darahnya masih kecium sampai sekarang' indra penciumannya bisa rusak jika terlalu lama mencium bau amis.
Dari yang mereka amati setempat, tempat ini bukan darah baru yang dibunuh, hanya saja banyak yang terbunuh disini lalu memakan korban hingga aroma darah dimana-mana.
Ayla mencium dan merasakan darah yang campur aduk antara manusia dan manusia lainnya. "Kita mencar dua arah berlawanan. Kalau kita bareng makan waktu banyak. Gw ke kanan, lu ke kiri bagian rawa." perintah Arthur.
Gadis bertanduk merah berusaha mungkin untuk mencari dan mencari sampai ketemu. Namun yang ia temukan hanyalah tengkorak dan tengkorak lagi. 'Ya Ampun?! Mereka mati di makan buaya apa gimana sih?! Banyak banget tengkorak nya?!' seketika bulu kuduk merinding.
Pikirannya tentang hewan buas ada benarnya. Dalam air yang tenang berwarna hijau itu, ada beberapa buaya yang mengincarnya.
Gadis itu bukan menghindarinya, melainkan mendekati mereka semua. Untung saja Ayla bisa menjinakkan buaya itu tanpa harus mengalahkannya.
Ketika menjinakan satu buaya, semua buaya tunduk padanya. Ayla merasa janggal. Dan juga ular pun datang dari satu jenis ke jenis lainnya. Mereka tunduk disekitar Ayla.
"Eh?!" buaya ukuran paling besar dari buaya lainnya mulai naik ke permukaan dan mendekatinya.
"Akhirnya penyelamat kami datang." terdengar suara manusia keluar dari mulut buaya. "Kok buaya bisa bicara?!" fenomena baru pertama kali ia lihat sekaligus dengar. Tiba-tiba kabut datang entah dari mana menutupi semua.
Bayangan manusia mengelilingi gadis itu. Ketika kabut itu mulai sedikit menghilang, wujud hewan itu ikut menghilang. "Saya Migalle, tuanku." Suara itu ternyata buaya yang menjadi manusia di hadapannya. "A-ada apa ini?! Apa yang kalian inginkan?!"
"Ssstt... tuanku tidak mengerti perkataan barusan, dasar buaya" desisan itu pasti perwujudan dari Ular. "Kalian para ular terlalu ikut campur." balas pengikut buaya. Ular-ular seringai dan saling menatap satu sama lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantasyDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
