44. Main Idea

36 17 0
                                        


Arthur sudah mendengar percakapan antara Kiran dengan dua Cattergirn. Ia mengangguk puas mendengarnya, walaupun tidak sesuai dugaan. Kiran merasa harus berusaha sedikit lagi untuk mendekatinya agar ada celah. "Dame Dallen, kalau anda ingin melihat atau ada yang diperlukan, anda bisa langsung ke kediaman Fujiwara."


Ketika Kiran memberikan kartunya, Dallen melihat membolak-balik kartu itu. "Rupanya anda orang yang menyukai warna biru ya? Sama seperti rumornya." berbicara sambil memasukkan kartu itu ke dalam sakunya.


"Wah begitu ya?" gadis itu sebenarnya tidak sadar bahwa dirinya sangat terobsesi dengan warna biru. "Rumor beredar tentang simbol Fujiwara berwarna biru dan juga menjadi ciri khas mereka ternyata benar" Dallen tersenyum lebar.


Penampilan Kiran hari ini juga sangat cantik ucap Dallen. "Ah ya~ saya memamg suka warna biru. Biru menandakan ketenangan.", "Tidak seperti marga nomor satu." telinganya tidak tersumbat. Barusan orang itu duluan yang memulai pembahasan sensitif. 


Kiran menjawab dengan tidak membandingkan makna warna Ree. "Tentu saja! Marga Ree sesuai dengan karakter mereka. Mereka mengartikan warna merah adalah ikatan darah yang terus mengalir dalam diri Ree sendiri." Arthur terkesan mendengar pujian barusan. Ia menarik ujung bibirnya sambil tertawa kecil.


Ia baru mengetahui bahwa gadis ini bisa mengetahui arti warna merah dalam bahasa Ree. 'Duh... bisa gawat nih kepancing ikut-ikut marga Ree..' khawatirnya terbawa arus kebenciannya dulu pada marga itu.


"Maaf nona Fujiwara, adik saya memang terobsesi tentang marga Ree. Tidak salah saya menempatkan tugas ini padanya." Dorlle menepuk bahu Kiran seperti teman dekat. "Ah ya ya~, tidak apa! Saya tau beberapa orang sedang menggali informasi tentang keluarga Ree bahkan ingin ikut campur." pikirannya kosong setelah mengatakan itu. Dorlle dan Dallen menatap satu sama lain seakan mereka mempunyai pemikiran yang sama.


"Bagaimana pendapat anda?",

"Hal apa?",

"Marga Ree bertahun-tahun mengalahkan Fujiwara... bahkan belum pernah diposisi itu berubah. Apa rasanya diselalu menjadi yang kedua?",


Kiran baru menyadari itu. Bukan masalah karena ia berbicara posisi Fujiwara berada di nomor dua dan lainnya. Setiap Dallen berbicara hal yang ingin ia ketahui dan targetnya selalu menatap fokus sehingga lawan berbicaranya merasa tidak nyaman.


Sandiwara ini harus mengorbankan harga dirinya. "Rasanya... sedikit terguncang karena turun menurun tidak bisa mengalahkan generasi Ree sampai sekarang."


Dallen langsung bangkit dari duduknya di meja. Tanpa ragu ia berdiri dihadapan Kiran lalu jongkok. "Apa anda benar-benar tidak punya hubungan apapun dengan Ree?" jantung gadis itu berdetak kencang dan cepat. Tidak tau apa yang harus ia katakan. 

Choose! Fairly Together!!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang