46. Third World

31 19 4
                                        



Esok paginya, gadis bertanduk merah bangun lebih awal dan bergegas mandi, cepat-cepat bersiap untuk ke bawah. Ia menyisir rambutnya dengan rapih dan dikuncir. Teknik kunciran yang diajari oleh Reina, dan sekarang ia peragakan sekarang. 


'Reina-sensei! Reina-sensei!... Ayla senang sensei mau bertemu denganku~' memegang pipinya dengan perasaan senang. Gadis itu memakai baju yang sedikit tertutup karena ia harus menjaga sopan santun di depan orang yang dikaguminya.


Ia keluar dari kamarnya dan turun ke bawah untuk bertemu Arthur. Saat di bawah, gadis itu melihat sekeliling mencari Arthur. Currr... suara air yang sedang diseduh dari dapur. Berlari ke dapur dan mengucapkan kata-kata rutinitas paginya , namum tergesa-gesa. "Pagi Arthur!~" sambil full tersenyum. 


Arthur hanya mengangkat 2 alisnya yang berarti 'Selamat pagi juga.' 


Ia melihat apa yang Arthur seduh. Jarang baginya menyeduh minuman pahit, kali ini benar-benar memang kopi. Gadis bertanduk merah tidak sadar dirinya menatap terus minuman yang laki-laki itu pegang. Tanpa banyak bicara, Arthur membuka laci lalu mengeluarkan sesachet kopi. Walaupun Ayla tidak bisa merasakan rasa pahitnya, ia menghargai pemberian dari Arthur. "Wahh! Terimakasihh~" Srup...


Setelah menghabiskan minumannya, Ayla memanggil laki-laki itu dengan nada manja sambil mendekatkan wajahnya. Laki-laki dihadapannya sampai tersedak ketika wajah gadis bertanduk merah dekat hanya beberapa centi. "Kemarin Ayla ketemu seseorang di kamar. Dia nitip pesan ke Ayla, isinya undangan dari Reina-sensei."


Gadis itu tidak ingin mendengar kata 'tidak boleh' dari mulut laki-laki ini. "Apa boleh aku ikut datang kesana?" Ayla sedikit tercengang mendengar Arthur memakai kata 'Aku-Kamu'. Ayla lupa menanyakan pada Shympicallous apakah boleh mengajak orang lain. 


"Memangnya gak boleh?" kerutan alisnya terlihat. Rasanya seperti anak kecil yang ngambek karena tidak dipenuhi permintaannya. "Bukan begitu, Reina-sensei anti cowok banget! Dia gak suka ada cowok disekelilingnya." 


Terlintas dalam pikirannya hanyalah satu, "Dia... ganda cewek?", "BUKAN!!!! P-pokoknya Ayla bilang dulu sama dia!" ia diizinkan kalau Arthur boleh ikut dengannya. Ia mengajak laki-laki itu ke dalam kamarnya sambil mengunci pintu. 'Manggil siapa? Makhluk sakral mana lagi yang dia panggil?' pikir laki-laki itu.


"Symphicallose!"


SWUSHH....


Tiba dengan cepat tanpa harus menunggu. Karena kemarin Ayla bertemu dengan Symphicallose malam-malam, ia tidak bisa melihat jelas wajahnya. Kali ini ia menatap matanya yang berwarna kuning bercampur hijau, cantik sekali. "Siap?" ucapnya sambil menyiapkan sihirnya. "Tunggu, apa boleh Ayla membawa satu orang lagi?" Ayla sedikit ragu-ragu apakah Symphicallose akan menolaknya.

Choose! Fairly Together!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang