15. Love [2]

55 23 0
                                        


❤ ❤ ❤

Kalau ditanya perasaan ketemu Arthur.. mungkin Karo akan bahagia sekali. Ia sungguh mengagumi abangnya. Setelah masuk lab, kakaknya berubah drastis yang tadinya biasa dan penyayang, sekarang tidak bisa menahan emosi. 


'Senenglah kalo dia kembali, harusnya aku memberitaunya sebelum kejadian ini akan terjadi..' penyesalan dalam hidupnya. 


"A-REE001, Liat kontak abang saya!" A-REE adalah teknologi yang diwariskan turun menurun keluarga Ree. Mereka bisa melihat riwayat contact khusus beramarga Ree. 


Dan lagi-lagi Karo tidak bisa melihatnya. "Kakak masih privacy'in chatnya.." ada salah satu pengaturan yang bisa memprivasikan semuanya, bahkan tidak bisa chat. 


Seperti fitur blokir, namun ini bukan blokir, karena Karo masih bisa melihat detak jantung kakaknya yang masih berdetak. 


Disaat ia sedang tiduran di ranjangnya, tiba-tiba adik perempuannya datang tanpa mengetuk pintu. "Abang Karo, bantuin kerjain pr ku dong~" Leree seenaknya melemparkan bukunya ke Karo. MINUS AKHLAQ.


"Abang ga sepinter kak Arthur. Kalau ada dia kau pasti mintol ama dia terus.. ada gulu-gulu kan? atau nanya ama ayah sana." Karo jujur sendiri kalau ia tidak sepintar Arthur. 


Wajah gadis itu mulai merah dan seperti ingin meledak. "Arthur, Arthur, Arthur lagi. ABANG GA BOSEN NAPA?! DIA GA AKAN BALIK!" adiknya yang keras kepala itu langsung membanting keluar pintu dan meninggalkan Karo.


Ini bukanlah kejadian pertama kalinya. Setiap hari Karo harus menahan semua beban, bahkan yang ia tidak ingin anggap bebanpun menguji kesabarannya. 


Hanya ingin hidup tentram tapi susah sekali. Karo tidak peduli dengan kasih sayang orang tuanya jika Arthur tidak kembali. Tega sekali, demi uang dan bisnis.. apapun mereka jual. Karo yakin adiknya atau dirinya akan seperti itu saat dewasa jika digunakan seperti barang. 





Di tempat yang berbeda salju sudah turun. Menutupi jalan, bukan berarti menjadi penghalang untuk Arthur mencari Ayla sekaligus juga berburu. Ia pergi kesuatu hutan yang biasanya beruang sedang hibernasi. 


Walaupun dadanya terasa sesak karena dinginnya salju, laki-laki itu tetap pergi. Ia mengikuti jejak gadis bertanduk merah lewat A-REE. 


Anehnya, ia hanya melihat bangkai dan tulang belulang hewan buas disana. Ketika melihat sekitar, ia juga menemukan sebuah cakaran tajam.


'Cakar? Siapa yang punya cakar tajam begini?' pikirnya. Sontak ia teringat gadis itu punya kuku tajam yang berkekuatan besar. 

Choose! Fairly Together!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang