55. Back With Problems [4]

44 26 0
                                        


✦

Laki-laki rambut hitam dengan belahan putih itu berbaring di kasurnya masih belum pergi ke alam mimpi. Bukan untuk tidur, masih mengerjakan yang membuatnya sibuk hampir tengah malam. Arthur tidak akan tidur sebelum jam 12. Sekarang masih jam 9. Kantong matanya sudah mulai terlihat. 


Sekarang sepertinya Ayla, Kiran dan Zeera sedang bersiap-siap untuk tidur. Memang yang paling tidak terlihat sibuk hanya Arthur. Sisi lain ia mengerjakan sesuatu, belajar pengetahuan umum. tidak pernah ia lewatkan. Hobinya yang sangat suka membaca, menjadi alasan kamarnya dipenuhi rak buku. 


Akhir-akhir ini semenjak berubah karena gadis bertanduk merah, ia semakin jarang membaca buku. SRAKK... halaman demi halaman yang dibaca. Hingga tepat jam 12, laki-laki itu berhenti semua aktivitasnya dan mengganti baju untuk tidur. Sedangkan Ayla yang biasanya tidak tidur tengah malam, terbangun karena Kiran masih sibuk dengan kerjaannya.


"Hoam.. manusia itu sibuk banget ya?" keluhnya sambil rebahan di atas kasur. Kiran menoleh dan memutar mata. "Memangnya makhluk sepertimu tidak sibuk?" tanyanya balik. Ayla menggeleng, kalaupun sibuk pasti karena Arthur menyuruh membantunya. "Ayla pengen jadi manusia..."  Kiran langsung menghentikan aktivitasnya dan meminta ulang apa yang Ayla katakan.


Kiran langsung naik ke atas kasur. "Ayla pengen banget jadi manusia.. biar gitu Ayla gak beda sendiri." ia mengucapkannya dengan senyum manis. Kiran menggeleng tidak dan menasihati gadis bertanduk merah. Wujudnya sekarangpun sudah terlihat manusia.


"Menjadi wujud manusia setengah iblis begini juga menyakitkan. Itulah alasanku ingin menjadi manusia sepenuhnya. Kiran mau tau kenapa menyakitkan?" Kiran mengira pandangan orang-orang pada gadis bertanduk merah adalah penyebabnya. Ayla berkata pandangan juga salah satunya, tetapi ada yang lebih menyakitkan dari itu.


"Setiap tahunnya pasti darahku akan memanas sampai kena demam. Demamnya itu melebihi rasa sakit manusia." suhu ketika Ayla demam tidak normal bagi seorang manusia. Mungkin kalau manusia mencapai suhu demam gadis itu sudah dipastikan akan mati.


Kiran jadi tidak enak mendengarnya. Ia teringat salah satu dongeng yang mengisahkan makhluk yang menyeramkan menjadi manusia. "Kau suka dongengkan?" Ayla tentu ingin mendengarnya sambil tidur. "Apa itu seram?" tanyanya. Gadis kuncir kuda itu hanya tertawa kecil dan mengelus kepala gadis bertanduk merah. "Sudah dengerin aja, semoga ini membuatmu terhibur."


"Ada bocah laki-laki yang selalu bermain dengan temannya. Dia merasa beda dari teman-temannya karena memiliki tanduk sebelah kiri. Segala cara menutupinya dengan tudung yang dia pakai ketika keluar rumah. Dia takut dan tidak ingin memberitahu siapapun, rasa takut yang menyeluruh di tubuhnya."


Ayla tiba-tiba memotong ceritanya. "Kayaknya dia keliatan aneh deh cuman satu tanduk doang-" mulutnya langsung dibungkam. "Hahh... ku lanjutkan ya!"

Choose! Fairly Together!!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang