✦
Laki-laki itu dihadang oleh para penjaga sekaligus tuan besar. Penuh rasa cemas rencananya tidak akan berhasil, namun ia percaya Hyuji akan membereskan di belakang. Pria itu mulai berjalan mendekati anaknya dan melihat penampilannya. Anaknya selalu ia tidak perhatikan, dipandang bawah, lemah dalam segala hal fisik, dan sakit-sakitan. Kini setara fisik dan tinggi badan melampaui dirinya.
Arthur berani menatap hina kepada ayah dan ibunya. "Kenapa semua ngumpul disini?" Arthur mencari seribu alasan untuk menjauh dari mereka. Pertanyaan mudah untuk dijawab, namun ia hanya menatap dingin anaknya.
Karena terlalu lama diam, akhirnya Arthur memulai bicara lagi. "Kalo gaada yang perlu dibicarakan, saya ingin kembali ke ruang utama-" tiba-tiba para penjaga menyodorkan pistol ke arahnya. Ia terdiam dan menunggu pria itu berbicara.
"Kau pasti sudah tau alasan kami mengirimmu. Dan kami juga sudah mengetahui niatmu datang kembali." Arthur tersenyum hina ketika mendengarnya. Ia juga langsung mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan ke kepala pria di hadapannya.
Jien Wa langsung menghadangnya. Nyonya besar berusaha mendinginkan suasana dengan membujuk sekaligus menyindir halus. Arthur sudah merasa lelah dengan ini semua. Ia paham kenapa tidak akan mendapat warisan keluarga.
DORRR!
Suara tembakan yang menggema hingga ke lorong, Kiran mendengar tembakan dari lorong-lorong langsung bergegas mengecek. Ia melihat Arthur sedang dicegat puluhan penjaga. 'Kenapa harus ada tuan dan nyonya?! Kalau aku bergerak sekarang pasti akan kacau.' Kiran hanya bisa bersembunyi dibalik bayangan.
Ia merasa yakin laki-laki itu bisa mengalahkan semua. Pandangannya tertuju pada luka tembak mengenai lengan kirinya. Darah mengucur terus sedangkan cipratan darah di lantai dan di dinding milik puluhan penjaga. 'Dia gak bisa mengelak di depan orang itu. Setelah mereka pergi, aku yakin dia langsung menyerang semua penjaga dengan luka terbuka.'
Ketika semua penjaga sudah dibunuh, gadis berambut biru tua menghampirinya dengan cepat. Kakinya sampai terkilir karena berlari menggunakan sepatu hak. "ARTHUR!" segera membawa ke kamar tamu.
Kiran membawa beberapa perawat pribadinya untuk melakukan operasi kecil mengeluarkan peluru dari lengan laki-laki itu. Setelah dikeluarkan dengan hati-hati, Arthur meminta semua perawat Fujiwara keluar dan membiarkan Kiran menjahit lukanya. "Ugh,.. pelan-pelan!" merintih kesakitan.
Ia segera mengalihkan rasa sakit jahitan dengan membahas rencana. "Rencananya sedikit tidak berjalan, anda ingin pulang atau yang lain?" Kiran mengkhawatirkan keadaan Arthur yang sudah badmood parah.
Tetapi laki-laki itu menggeleng masih ingin melanjutkannya. Ia berbaring di kasur sebentar untuk beristirahat. Dengan begitu, ia tidak perlu bertemu kedua orang tuanya dengan keadaan tadi. Waktu tidak bisa diulang. Arthur bergumam sehingga Kiran menjadi penasaran. "...la..", "Apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Choose! Fairly Together!!
FantezieDua dunia yang berkebalikan dengan dunia asli, Dunia Mati dan Dunia Hidup. Gadis bertanduk merah didorong ke dalam jurang yang akan menuju Dunia Hidup. Sempat berpikir takdirnya sudah usai, namun dugaannya tidaklah benar. Ia diselamatkan oleh manusi...
