1. First

137 43 11
                                        



Sepanjang hari ini, Ayla berjalan bersama dengan Arthur melewati hutan-hutan lebat. Sebelumnya, laki-laki ini mencarikan baju untuk dipakai Ayla. Dalam perjalanan, Ayla mulai belajar berbagai tanaman dan hewan yang disekitarnya walaupun hanya mengamatinya saja.


Sebelum melakukan perjalanan panjang, Arthur mencarikan baju untuknya. Ayla tidak merasa penasaran bagaimana laki-laki ini mendapatkan baju perempuan. 


Ini pertama kalinya Ayla menerima pemberian orang dengan sangat semangat. Bahkan senyuman diwajahnya tidak pudar. 'Warna pink.. aku suka warnanya' gadis bertanduk merah ini tidak pernah bosan melihat bajunya dari atas hingga bawah. 


Saat sudah mengganti pakaian, Arthur langsung menyuruhnya membuntuti dari belakang. Ayla tidak menanyakan tujuannya, asal pergi bersamanya sudah cukup. 


Mereka melewati hutan lebat hingga pemukiman dan dilanjutkan masuk hutan lagi. Gadis bertanduk merah itu sangat menikmati perjalanan panjangnya. 


Bahkan terkadang ada monster atau binatang buas datang yang ingin menyerang mereka. Ayla sangat bingung karena haruskah ia membunuhnya atau kabur?


Tetapi.. karena tanpa rasa ragu, Arthur menyerang dan menunjukkan kekuatannya. Itu membuat gadis bertanduk merah terkejut sekaligus ingin sekali membantunya. 


Sayangnya laki-laki itu tidak berbicara sepatah katapun meminta bantuan. Melihatnya saja seperti ia bisa membereskan itu semua sendiri. 


'Aku senang sih ikut bersama-nya.. tapi.. kenapa kami dari tadi diam saja ya?! aku canggung sekali..' walaupun diizinkan ikut bersama, laki-laki itu daritadi hanya diam dan fokus jalan. Dari pagi hingga siang tidak ada istirahatnya sama sekali. 


Ayla merasa tidak lelah karena sudah terbiasa bahkan lebih dari ini saat di dunia mati. Hanya saja.. setiap Ayla mengajak berbicara selalu saja laki-laki itu diam.


Bahkan tidak ada sedikit suara dari mulutnya. Seperti bisu saja. 'Apa dia tidak suka berbicara denganku ya..' tiba-tiba teringat sesuatu. 


Sedari tadi perjalanan tidak ada istirahatnya. Bahkan berhenti sejenakpun tidak ada. Ayla hanya membuntuti dari belakang dan baru sadar laki-laki ini berjalan terus. 


'Dia udah makan belum ya? Aku tidak perlu makan karena aku iblis.. tapi aku dari tadi ga liat dia makan.. Bukankah tadi bertarung menguras tenaganya?'  khawatir padanya. 


"Arthur..",

"Hm?" jawab dingin laki-laki itu. Kali ini ia menyahut. 

Choose! Fairly Together!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang