Orange Cheese Cake with Cherry on Top

6.3K 333 80
                                        

Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemeran disesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan diambil dari Pinterest.

Don't forget to VoMent
Happy Reading!!!

Sejak mendapat undangan pernikahan Bunga, hari-hari Chery tidak pernah lepas dari rasa bimbang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sejak mendapat undangan pernikahan Bunga, hari-hari Chery tidak pernah lepas dari rasa bimbang. Bahkan hingga saat ini, saat sudah waktunya ia bersiap untuk pergi.

Tangannya sibuk memasukkan beberapa potong baju, alat make up dan sepasang high heels ke dalam koper kecil yang akan ia bawa. Tapi walaupun tubuh dan tangannya sibuk, pikirannya terus berada di tempat lain.

Chery menghentikan aktivitas saat tubuhnya dipeluk dari belakang. Seperti kebiasaan yang selalu pria itu lakukan, hal pertama yang Liam lakukan adalah mengecup pipi Chery dan menenggelamkan wajahnya pada leher sang istri. Liam menghidu aroma Chery dengan rakus. Tangannya pun tak tinggal diam dan terus mengelus perut hingga pinggang Chery.

"You smells so good, always." senyum Liam terbentuk setelah puas merampok aroma pagi sang istri. Namun kediaman Chery membuat sebuah kerutan bingung terbentuk pada dahi Liam. Ia memutar tubuh Chery lalu menangkup wajahnya dengan kedua tangan.

"Hei, what's wrong?" Chery menyambut tatapan Liam. Wajahnya masih terlihat bimbang dengan sudut bibir yang hampir melengkung ke bawah.

"Mas, apa saya nggak usah berangkat aja ya?"

"Kenapa tiba-tiba berubah pikiran?" kerut di kening Liam semakin berlipat. Ibu jarinya senantiasa mengelus pipi Chery dengan lembut.

"Saya cuma khawatir ninggalin Hazel. Hari ini kan jadwal Hazel ke dokter gigi." mendengar ucapan Chery, kerutan di dahi Liam perlahan menghilang. Kebingungan Liam pun berganti menjadi senyum yang menenangkan.

"Ada saya. Lagian kamu udah terlanjur bilang 'iya', kalau tiba-tiba batal Bunga pasti kecewa. Saya janji akan update keadaan Hazel setiap satu jam biar kamu yakin kalau Hazel baik-baik aja." Chery menghela nafasnya berat. Ia masih merasa bimbang.

Liam lalu menariknya ke dalam pelukan hangat. "Nggak perlu khawatir, Love. Hazel will be okay. We're going to do daddy-daughter dates and everything will be fun. Jadi kamu juga harus have fun. Nggak boleh khawatir lagi, okay?" dengan perasaan yang masih ragu Chery akhirnya mengangguk.

Pelukan Liam akhirnya terlepas saat Chery kembali meraih beberapa barang untuk dimasukkan ke dalam koper. Setelah merasa semuanya siap, Chery menutup kopernya dan menaruhnya di sudut kamar.

Saat berbalik, Liam masih disana. Memperhatikannya sambil bersedekap dan bersandar pada nakas. "You're still worried about leaving the two of us alone at home, babe. It's written all over your face." Chery kembali melangkah mendekati Liam dan mencari ketenangan di dalam pelukan suaminya.

Cherry On TopCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang