Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan diambil dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejak semalam hingga pagi ini Chery terus merasa bimbang. Tangannya sibuk membereskan beberapa potong baju, alat make up dan sepasang high heels untuk di masukkan ke dalam koper kecil yang akan ia bawa. Walaupun tubuh dan tangannya sibuk, pikirannya terus berada di tempat lain.
Chery menghentikan aktifitasnya saat tubuhnya dipeluk dari belakang. Seperti kebiasaan yang selalu pria itu lakukan, hal pertama yang Liam lakukan adalah mengecup pipi Chery dan menenggelamkan wajahnya pada leher sang istri untuk menghirup aromanya dalam-dalam. Tangan Liam tak tinggal diam dan terus mengelus seputar perut hingga pinggang Chery.
"You smell so good, always." senyum Liam terbentuk setelah puas menyimpan aroma pagi sang istri dalam-dalam. Namun kediaman Chery membuat tak lama, sebuah kerutan bingung terbentuk pada dahi Liam. Ia memutar tubuh sang istri dan langsung menangkup wajahnya dengan kedua tangan.
"Hei, what's wrong?" Chery menyambut tatapan Liam. Wajahnya masih terlihat bimbang dengan sudut bibir yang hampir melengkung ke bawah.
"Mas, apa saya ngga usah berangkat aja ya?"
"Kenapa?" kerut di kening Liam semakin berlipat. Ibu jarinya senantiasa mengelus pipi Chery dengan lembut.
"Saya cuma khawatir ninggalin Hazel. Hari ini kan jadwal Hazel ke dokter gigi." mendengar ucapan Chery, kerutan di dahi Liam perlahan menghilang. Kebingungan Liam pun berganti menjadi senyum yang menenangkan.
"Ada saya. Lagian kita udah terlanjur bilang iya sama Bunga. Saya janji akan update keadaan Hazel setiap satu jam sekali biar kamu yakin kalau Hazel akan baik-baik aja." Chery menghela napasnya berat. Ia masih merasa bimbang.
"Udah ngga usah khawatir. Hazel will be okay. We'll do daddy-daughter dates and everything will be fun. Jadi kamu juga harus have fun. Ngga boleh khawatir lagi, okay?" dengan perasaan yang masih ragu Chery akhirnya mengangguk.
Pelukan Liam akhirnya terlepas saat Chery kembali meraih beberapa barang untuk dimasukkan ke dalam koper. Setelah merasa semuanya siap, Chery menutup kopernya dan menaruhnya di sudut kamar.
Saat ia berbalik, Liam masih disana. Memeperhatikannya sambil bersedekap dan bersandar pada nakas.
"You still worried about leaving us two alone at home, babe. It shown in your face." Chery kembali melangkah mendekati Liam dan mencari ketenangan di dalam pelukan suaminya.