Empat Lima - Ekstra Part

113K 3.3K 68
                                        

"Bukan dunia yang jahat, hanya saja banyak manusia yang berhati iblis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.
.
"Bukan dunia yang jahat, hanya saja banyak manusia yang berhati iblis."

Setalah bertahun-tahun bertahan di penjara yang penuh sesak. Anya saat ini telah ke luar dari sana dengan wajah lebam di mana-mana akibat sering menjadi bahan bully dari tahanan lainnya.

Anya hanya dapat berjalan dengan tatapan kosong di pinggir jalan menuju rumahnya yang entah masih berpenghuni atau tidak.

Tepat setahun setengah dia berada di penjara, kedua orang tuanya mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Karena itu saat ini Anya tak memiliki tujuan, bahkan dia juga mendengar berita rumahnya yang harus disita karena hutang ayahnya yang menumpuk.

Anya saat ini benar-benar tak memiliki siapa pun di dunia. Dia sendiri juga tak yakin jika anggota keluarga besarnya masih bisa menerimanya atas apa yang dia lakukan kepada Zora dan nama baik keluarga.

Anya merasa dia benar-benar sendiri dan tak memiliki apa pun di dunia ini.

Langkah kakinya membawa dirinya menjauh dari bangunan besar tempatnya bertahun-tahun tinggal. Kakinya dengan alas kaki tipis berjalan tak tentu arah.

Rambutnya yang dahulu panjang dan indah saat ini telah dipotong pendek dengan acak-acakan. Bajunya yang terlihat begitu lusuh, bahkan kulitnya yang terlihat sangat tidak terawat.

"Kenapa jadi gini hidup aku?" Dia bertanya atas dosanya selama ini. Padahal dia sendiri jelas tau bahwa apa yang dia lakukan adalah hal yang tak termaafkan.

Anya tidak dapat menangis lagi, air matanya telah kering. Dia bahkan tidak bisa tertawa lagi karena tidak ada alasan untuk tertawa.

Kakinya berhenti pada jembatan dengan tatapan begitu sedih. Matanya menatap pada bawah jembatan yang dialiri air begitu deras. Matanya begitu kosong dan tak memiliki tujuan.

"Gue enggak punya siapa-siapa lagi di dunia ini." Tanpa beban dia mengangkat kakinya. Menaiki pembatas jembatan yang cukup tinggi.

Tanpa keraguan sedikit pun, Anya yang sudah tidak memiliki alasan untuk hidup melompat dari atas jembatan. Tak ada senyum bahkan kesedihan di wajahnya, dia benar-benar seperti boneka yang tak memiliki nyawa.

Nyatanya hidup memang menyakitkan. Lingkungan yang menyakitkan, dan orang sekitar yang menyakitkan.

Tidak ada manusia sempurna. Seseorang yang terlihat pun belum tentu sempurna, dan yang terlihat buruk pun belum tentu benar-benar buruk.

Setiap yang baik pasti pernah melakukan kesalahan.
Yang buruk pun bisa saja berubah kapan pun.

Percayalah disaat kita merasa tersakiti, merasa kecewa, dan terluka. Walau kita tak pernah membalasnya, tak pernah memperlakukan yang sama.

Tuhan itu ada

Mungkin tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang paling bahagia yang tak pernah kita bayangkan. Untuk balasan pun tuhan lebih tau cara terbaik untuk menyadarkan seseorang.

Mari kuat dan jangan putus asa. Cerita ini bukan untuk ditiru apa lagi adegan-adegan yang memang tidak pantas. Jadikan pembelajaran, bahwa hidup sangat berharga.

Kita mungkin merasa kehidupan kita berat. Namun, mungkin saja kehidupan kita adalah impian orang lain.

Peluk jauh untuk kalian

Mari bahagia selamanya

Peluk diri sendiri, dan cintai diri sendiri. Karena seseorang yang paling pantas mencintai kita adalah diri kita sendiri.

Mari bertemu kembali di season 2 dengan cerita berbeda.

Thank you☺️

Antagonis yang Terbuang (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang