Namun akhirnya, bahagia itu adalah tentang bersama. Bahagia itu mengenai pandangan, juga rasa percaya diri.
***
Terbiasa sendiri memang pernah dirasakan Fazrin tapi kali ini kata itu sedikit mengecewakan hati. Kehadiran orang lain dalam hidupnya, masuk perlahan ke dalam hati dan pikiran. Jika dipaksa untuk menerima pilihan Mafka, jujur ia tidak ikhlas saat ini. Sungguh ia takut jika istrinya itu akan memilih berpisah.
Terbangun dari tidur Fazrin menghela napas ketika mengingat beberapa kejadian yang mengingatkannya tentang Mafka. Rumah ini menjadi saksi perkembangan cinta yang ada di hati seorang Fazrin pada perempuannya.
Tersenyum meski hatinya cukup merasa sesak jika kenyataannya ia tidak bisa memeluk sang kekasih hati. "Mafka, kembalilah."
Fazrin mengupload foto Mafka di status whastApp, berharap sang empu melihat dan menjadi pertimbangannya untuk kembali.
Sebuah kata rindu menjadi pelengkap, singkat namun emoticon hati berwarna hitam menjadi satu pelengkap.
Kak Fazrin🖤
Assalamualaikum, istri apa kabar?
I really miss you🖤
Pesan itu berhasil membuat Mafka tersenyum hangat. Sebuah rindu begitu kuat menjalar, tapi satu keraguan masih ada. Menghela napas ia meletakkan ponselnya lalu mengambil air wudhu.
Menggelar sajadah, Mafka salat istikharah untuk meminta yang terbaik dari Sang Pencipta. Menghilangkan segala keraguan dan memantapkan hati.
Air matanya menetes begitu deras. Pengaduannya pada Sang Pencipta adalah cara yang paling tenang dan melegakan.
***
Tepuk tangan menggema di aula setelah nama wisudawan terdengar. Hari ini hari di mana seorang Fazrin, Alea dan Fabian lulus kuliah.
Alea mengelus perutnya yang mulai terlihat besar, lalu diikuti oleh sang suami. Fazrin tersenyum miris, ia menantikan kehadiran belahan jiwa tapi yakin jika Mafka tidak akan hadir.
Dengan lesu ia menuruni tangga, pencapaiannya untuk lulus tepat waktu ternyata tidak begitu membuncahkan rasa bahagianya yang pudar sejak kepergian Mafka. Pergi dengan rasa sakit akibat perkataan yang tidak bisa ia redam, ternyata menghancurkan.
Fazrin terus menyalahkan diri, ia seharunya lebih kuat mempertahankan Mafka. Mencegah sang istri untuk pergi waktu itu, seandainya jika waktu bisa diulang kembali.
Beberapa mahasiswa berjabat tangan mengucap kata selamat, meski tak ingin tersenyum tapi apa daya hari ini semua orang tampak berbahagia, kecuali dirinya.
Melihat dari tengah anak tangga orang-orang yang memakai baju sama sepertinya tengah berfoto bersama keluarga.
Satu hal yang ia tangkap adalah ketika seorang perempuan yang ada di belakang salah satu wisudawan, membawa buket bunga lalu mengagetkan sang laki-laki. Mereka tersenyum penuh cinta. Itu harapannya, namun hanya angan dan menjadi helaan napas panjang.
Tak sadar di belakang Fazrin sudah ada seseorang yang juga membawa buket bunga. Memakai hels berwarna cream senada dengan baju dan hijab yang begitu cantik dipadupadankan.
Perempuan yang terdiam tak tahu menunggu apa menghela napas panjang, kelopak matanya mulai memerah air mata pun mulai menggenang.
"Kak Fazrin, ini aku." Kalimat itu meluncur sedikit terbata dari seseorang yang sudah lama tak melihat punggung Fazrin.
Lelaki yang tengah bersedih di hari wisuda ini tiba-tiba matanya membulat mendengar suara yang dirindu. Ingin cepat memastikan, ia langsung berbalik.
Netra yang langsung melihat mata cantik itu langsung berlari, tanpa izin atau apapun ia memeluk sang pujaan hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Harapku Hadirmu
Spiritual#3 fazrin 24/06/2020 #2 fazrin 13/08/2020 Mafka Malihah Farha, seorang perempuan yang selalu berharap pada lelaki yang tak pernah mengharapkannya. Ia lelah selalu memberi hati! Namun, suatu hari ia dipertemukan dengan lelaki yang diharapkannya! Buk...
