Keesokan harinya, dirumah Lisa. Ia sedang bersiap siap untuk bersekolah. Ia hendak keluar dari kamar, tapi tiba tiba ada seseorang yang menelponnya. Siapakah itu? Yap benar, itu adalah Akalla. Lisa mengambil handphonenya dan mengangkat telfon tersebut.
"Halo lisaa" sapa Akala dari telfon.
"Iyaa? Halo juga, kenapa ya?" bingung Lisa
"Lo dimana?"
"Aku dirumah, emangnya kenapa?"
"Gw jemput yaa"
"Eh tapi-" belum selesai berbicara, telfon sudah dimatikan oleh Akalla.
Selang beberapa menit kemudian, ada suara mobil didepan rumah Lisa. Ibu Lisa memanggil lisa untuk segera menuju kesumber suara. Saat ditempat tujuan, ada Akalla yang menunggunya didalam mobil.
"Lisa, itu siapa nak?" tanya ibunya.
"Itu teman kelas aku Ummi..." tunduk Lisa karena takut menatap mata ibunya.
"Kok dia jemput kamu? Cowo lagi yang jemput"
"Bukan aku yang nyuruh jemput Ummi, tapi dia yg jemput.."
"Yaudah, kamu sekarang berangkat yaa. Didalam mobil jangan lupa jaga jarak. Bukan makhramnya nak" nasihat ibu Lisa agar ia tidak terlalu dekat dengan yang bukan makramnya
"Iya bu, Lisa tau kok. Kalau gitu Lisa pamit dulu yaa, Assalamu'alaikum" Lisa meraih tangan ibunya dan bersaliman sebelum berangkat sekolah.
"Wa'alaikumussalam" jawab sang ibu, dan melihat anaknya kini kian masuk kedalam mobil dan berangkat kesekolah.
Sesampainya disekolah, Shean yang sedang menunggu Lisa didepan gerbang sekolah, tiba tiba terkejut karena melihat Lisa keluar dari mobil Akalla. Ia tidak bisa berkata kata, dan hanya bisa pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang mengobrol. Saat Shean pergi, Lisa menyadari bahwa ada seseorang yang menunggunya didepan gerbang.
"Shean?.." batin Lisa.
"Yok kita masuk kelas Semut"
"Ha? Semut??"
"Karna lo pendek banget, jadi gw panggil semut aja deh"
Lisa hanya terdiam memikirkan Shean. Dikelas semua murid melakukan aktivitasnya masing masing, terkecuali Shean, ia hanya merenung sembari manaruh kelalanya diatas meja. Amelia datang kepada Lisa dan menariknya ke meja mereka.
"Kenapa Lia? Kok kamu narik aku kayak gitu sih?" tanya Lisa.
"Kok bisa kamu berangkat bareng ama Akalla? Kalian punya hubungan diam diam dibelakang kami ya?" Wajah Amelia tampak curiga kepada Lisa
"Astagfirullahalazim, kamu ga boleh fitnah kek gitu" Lisa berusaha menjelaskan semuanya.
"Terus kenapa kalian bisa berangkat bareng?"
"Jadi, aku tadi mau berangkat sekolah, tiba tiba Akalla telfon aku dan mau jemput aku. Aku udah nolak, tapi belum selesai ngomong Akalla dah matiin telfonnya" Lisa menceritakan kejadian sebenarnya.
"Mungkin Akalla suka sama kamu" Ujar Amelia.
"Gamungkin, kalau emang Akalla suka sama aku. Dia pasti langsung datang kerumah aku buat minta restu orangtuaku" Lisa terdiam sejenak, dan menatap Amelia
"Iya juga sih, kan kamu ga dikasih pacaran. Harus stay halal aja"
"Itu kamu tau" Lisa menaruh tasnya dikursi dan mengambil buku novel kesukaannya.
Shean yang dari tadi memerhatikan Lisa, hanya terdiam dan memikirkan perkataan sang pujaan hati. Apakah ia sanggup untuk bersaing mendapatkan perempuan seperti Lisa? Terlebih lagi yang menyukai Lisa tidak hanya dirinya dan Akalla. Tapi ada orang lain juga yang menyukai Lisa.
Shean tidak kuat lagi memikirkannya, ia sepertinya ingin menyerah untuk mendapatkan hati Lisa. Tapi ia berfikir lagi, bahwa dia harus memperjuangkan hatinya itu. Ia yakin Lisa sudah menjadi orang yang dipilih oleh Allah Swt. untuk dirinya. Ia menatap pujaan hati dari kejauhan.
"Kau pasti akan menjadi milikku, selamanya... Aku yakin hal itu pasti akan terjadi suatu saat nanti" Ia tersenyum.
"Pagi semua, pagi Shean" Akalla muncul entah darimana.
"E-eh.. P-pagi juga" seketika Shean tersadar dari pikirannya sendiri.
"Kenapa melamun kayak gtu?"
"Ah enggak, cuma lagi mikirin tentang nilai gue aja" Shean berusaha mengelak dari kenyataan.
"Seharusnya lo jangan terlalu mikirin hal itu, kasihan otak lo yang dipaksa untuk berfikir" Akalla terdiam sejenak, ia langsung memegang bahu Shean dengan kedua tangannya.
Shean menatap Akalla sejenak lalu tersenyum tipis.
"Mkasih ya, lu selalu ada untuk gw dari kecil sampe sekarang"
"Ga perlu berterima kasih, itu udah jadi kewajiban gw sebagai sahabat lo, Shean." Akalla tersenyum
Lisa yang sebenarnya dari tadi mendengar pembicaraan mereka berdua, berpura pura tidak mendengar agar tidak ketahuan. Hati Lisa mulai luluh karena sikap mereka. Tapi... Siapakah yang akan Lisa pilih? Akalla or Shean?
Sampai sini dulu yah! Jangan lupa tinggalkan vote agar author semakin semangat! Suka dengan cerita sy? Silahkan follow!
See youu🌹
-Author
KAMU SEDANG MEMBACA
Sesuci Cintamu
RomanceCerita ini mengisahkan tentang sebuah cinta segitiga. Satunya ingin dicintai karena kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan yang lain sudah menyukai sejak pertama kali bertemu. Mereka berdua sahabat dari kecil dan menyukai 1 gadis canti...
