41. Tolong tatap aku

5 0 0
                                        

"Sekali ini, tolong tatap gw sebentar."

Laki laki yang tingginya hampir mencapai 190 cm itu berdiri di depan rumah yang penuh dengan bunga. Bunga disekitar halaman rumah itu sangatlah harum. Tersungging senyuman seperti bulan sabit di ujung bibirnya. Sangat menikmati pemandangan pagi ini sebelum matahari terbit.

Tak heran jika semua orang orang sibuk dipagi hari ini. Contohnya seperti ibu Lisa yang baru saja keluar dari rumah dan melihat sosok Akalla yang berdiri didepan sana.

"Astagfirullah nak Akalla.. Ummi kira siapa tadi." Ucap ibu Lisa menyapa Akalla dipagi hari ini.

"Eh tante. Maaf ya datengnya pagi-pagi." Akalla mengambil tangan itu dan mencium buku buku tangan disana sejenak sebelum kembali menarik diri.

"Tumben banget main kesini lagi. Terakhir pas jemput Lisa."

"Oh itu. Pengen aja kesini. Sekalian silahturahmi juga."

"Ada ada aja kamu ini, tadi sebelum kesini udah sholat subuh kan?"

"Udah dong tante. Akalla kan anak baik + calon imam yang teladan."

"Mau nikah sama siapa kamu, nak. Masih SMA juga.." Ibu Lisa terkekeh melihat kelucuan anak remajanya remaja dihadapannya sekarang.

"Kalau diizinin sama Lisa boleh ga, tan?"

"Asalkan berjodoh aja."

"OKE FIKSS! Dapat restu dari calon mertua asek."

"Btw Lisanya mana, tante? Kok ga keliatan."

"Lisanya ada di dalem kok. Lagi siap siap, kamu udah sarapan? Kalau belum ayok masuk."

"Eh emangnya boleh nih?" Tanya Akalla dengan wajah yang berbinar-binar.

"Boleh dong nak Akalla.. Yok masuk." Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu tersenyum. Kemudian berjalan masuk diikuti oleh Akalla dibelakangnya.

Saat didalam rumah, Lisa yang baru saja keluar dari kamar agak terkejut melihat Akalla yang sudah berada di dapur, disamping ibunya. Laki-laki itu tersenyum tipis dan melambaikan tangan kearah Lisa.

"Loh Akalla.. Kamu kesini pagi-pagi?" Lisa menatap ibunya sebelum kembali menatap Akalla.

"Ummi yang nyuruh aku masuk, Lisa. Kamu ga keberatan kan?" Tatapan Akalla melembut saat melihat Lisa, ada perasaan yang sangat nyaman saat ia melihat gadis itu.

"Aku ga masalah kok. Cuma agak kaget dikit lihat kamu disini." Lisa tersenyum, senyuman itu terlihat sangat tulus.

"Makasih karna udah ga keberatan. Aku pikir kamu bakal keberatan."

Lisa menggelengkan kepala pelan. Mereka pun duduk dikursi dan menunggu ibu Lisa yang sedang mempersiapkan makanan. Lisa hanya melamun disana, sedangkan Akalla tersenyum melihat Lisa di hadapannya.

"Kamu ngapain natap aku kek gitu?"

"Gapapa, emangnya gaboleh yaa?"

"Jangan natap aku kayak, tatapan kamu bikin aku takut."

"Aku gabakal makan kamu Lisa. Lagian aku bukan kanibal." Akalla tertawa lepas mendengar jawaban dari gadis dihadapannya itu.

Sesuci CintamuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang