"Memangnya sejak kapan aku diinginkan?"
"Berkali kali dibilangin berapa kali! Gugurin anak itu Vanessa." Emosi seorang laki laki yang sangat memburu nafasnya saat ini.
"Tapi ini anak kamu juga! Kamu tega ngebunuh anak yang ga ada dosa ini?" Vanessa benar benar emosi karena pacarnya itu menyuruh menggugurkan bayi didalam kandungannya.
"Terus kamu mau gimana? Padahal aku dah main diluar."
"Itu salah kamu lah, kenapa mau ngelakuin hal haram kayak gitu sampe kasar ke aku!??"
"Aku pikir ini gabakal terjadi Vanes sayang.. Oke tenang yaa.." Dirga berusaha menenangkan kekasihnya itu.
"TENANG? GIMANA MAU TENANG SIH! AKU HAMIL GARA GARA KAMU!" Vanessa menangis, emosi semakin meledak.
"Hey, sayang.. Dengerin aku ya. Tenang oke? Aku bakal nikahin kamu secepatnya." Dirga segera memeluk Vanessa dan memenangkankan.
"Kamu jahat, aku benci sama kamu Dir. Aku benci.." Vanessa memukul dada Dirga sekuat mungkin yang membuatnya kelelahan sendiri dan menangis.
"Sayang, tenang ya? Semuanya bakal baik baik aja."
***
Seiring berjalannya waktu anak yang dikandung oleh Vanessa kini sudah berumur 8 tahun. Tumbuh menjadi gadis cantik dan manis. Walaupun begitu, tak jarang ia mendengar perkataan dari tetangga tentang orang tuanya.
"Eh lihat tu, itu kan anaknya Vanessa saam Dirga."
"Anak haram pasti itu, kok mau maunya ya ngelahirin anak kek dia."
"Udah orang tuanya hamil di luar nikah, eh malah dia sekarang lahir lagi kek tanpa beban."
Masih banyak lagi perkataan tetangga yang membuat gadis kecil itu sakit hati. Jujur, jika Rin bisa memilih dilahirkan oleh siapa. Dia tidak akan mau lahir dengan cara seperti itu. Orang orang selalu mengatakan dia sebagai "anak haram".
Padahal, Rine juga ingin jadi anak yang lahir dengan tenang. Tidak dengan semua perkataan buruk yang dihaturkan oleh tetangga tetangganya itu. Dadanya terasa sakit, sangat pilu bahwa ia harus menerima semua fakta itu.
Dirumah Rin hanya murung, tidak berbicara sepatah kata apapun dengan orang rumah. Vanessa dan Dirga yang melihat putri mereka seperti itu, bingung sekali. Mereka menghampiri Rin dan Vanessa mengusap kepala Rin dengan lembut.
"Sayang.. Kok kamu murung gini? Cerita dong sama mama." Senyuman lembut tercetak dibibir Vanessa, namun ada sedikit ke khawatirkan disorot matanya.
"Ma, Rin cape. Rin cape denger kata tetangga kita yang bilang aku anak haram. Emang itu bener ma?" Lirih Rin meminta jawaban.
Vanessa benar benar terkejut dengan pertanyaan putrinya. Dirga pun sama hal nya dengan Vanessa. Mereka sempat saling bertatap tatapan sebelum melirik Rin.
"Siapa yang ngomong gitu? Jangan dengerin mereka ya." Ucap Dirga.
"Jawab pertanyaan Rin ma, pa. Bener yang dibilang sama tetangga itu? Kalau Rin anak haram?" Rin berusaha untuk tenang, tidak menangis dalam kondisi saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sesuci Cintamu
RomansaCerita ini mengisahkan tentang sebuah cinta segitiga. Satunya ingin dicintai karena kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan yang lain sudah menyukai sejak pertama kali bertemu. Mereka berdua sahabat dari kecil dan menyukai 1 gadis canti...
