Semuanya terasa seperti mimpi. Semua orang terbangun dipagi hari yang cukup membuat mereka bisa sampai berkeringat dingin. Beberapa dari mereka sudah mempersiapkan diri untuk segera berangkat—Rine dengan rambut panjang yang ia ikat seperti cewe feminim pada umum nya.
Hari ini seperti sedikit aneh baginya. Namun, untuk mengesampingkan hal tersebut, ia terus fokus pada jalan agar sampai kesekolah dengan tenang. Beberapa hari lagi adalah kenaikan kelas, jadi sangat wajar bukan untuk memikirkannya?
Mungkin terlihat masih sangat sepi—tapi Lisa, Shean bahkan Amelia sudah berada di sekolah. Lebih tepatnya untuk berkeliling dan menghirup udara pagi. Rine yang tak sengaja melihat mereka tentu saja menghampiri. Wajah mereka bertiga sedikit heran dengan penampilan gadis itu pagi hari ini.
"Lu.. Ngapain?" tanya Shean yang masih memproses semuanya.
"Apanya, gw gak ngapa ngapain"
"Tumben banget lu feminim begini, biasanya juga kayak—" Belum selesai bicara Lisa memotong perkataan Shean.
"Cantik"
"Tapi kamu lebih cantik, Lis" sahut Shean yang sejak awal terus-menerus memandangi Lisa.
"Mulai mulai, bucin mulu perasaan." itu Amelia yang sudah cukup muak dengan pasangan itu.
"Sewot lu pendek"
"Lu diem ya, Bas. Sama Lisa aja lu lemah lembut, kalau sama orang lain kasar amat." jawab Amelia dengan ketus.
"Ya iyalah, cewe gw ga bisa dikasarin. Harus dilembutin." Titah Shean sambil sedikit tersenyum saat melihat Lisa yang berada di sampingnya.
"Belagu banget lu, kayak Lisa mau aja sama lu."
"Semuanya tergantung, Rine. Kalau aku udah di takdirkan sama Shean, siapa yang gamau sama dia? Dia itu sempurna dimata aku." Celetuk Lisa yang sedang tersenyum. Wajah Shean menjadi merah padam saat mendengar pernyataan Lisa. Itu membuatnya memalingkan wajah ke arah lain.
"Waduh. Ada yang salting kayaknya ni" Ejek Rine sambil tertawa kecil.
"Apasih, gak ya. Gak ada yang salting" tegas Shean padahal wajahnya sudah sangat memerah.
"Kamu lucu banget kalau lagi kayak gini, Shean. Aku suka lihatnya."
"DAMN! BISA GA JANGAN KAYAK GITU? Gw terkam juga lu, pftt.. Lucunya." Pandangan Shean hanya terfokus pada Lisa seorang.
"Biasa aja dong natap Lisa nya, kayak mau di ambil orang aja." Fokus Shean menjadi buyar saat Rine terus-menerus menggodanya menggunakan nama Lisa. Shean hanya menatapnya datar dan manarik Lisa agar lebih dekat dengannya. Setelah itu dia memeluk erat sisi ramping disana dengan sedikit tegas.
Lisa membeku, tubuhnya seperti tidak bisa digerakkan. Wajahnya memerah dan memanas disaat bersamaan. Lisa ingin melepaskan diri, tapi tubuhnya tidak bisa dikendalikan. Wajah Amelia dan Rine terlihat Seringai yang cukup lebar melihat kejadian tersebut.
"Posesif banget sih cowonya, aduh aduh. Biarin aja biarin." Amelia berusaha menggoda Lisa, hal tersebut semakin membuat gadis itu tersipu.
Shean yang memerhatikan gadis nya tertawa kecil dan perlahan semakin mengeratkan cengkeramannya dipinggang Lisa. Gadis itu menarik nafas perlahan dan tersenyum canggung. Shean yang mengerti perlahan melepaskan tangannya dari sana agar tidak membuat keributan karena ia tau Rine dan Amelia akan berteriak sebentar lagi.
"KOK DI LEPASIN, WOIII"
"Diam lu berdua. Ga boleh nyentuh cewe lama lama atau berlebihan."
"Yaelah, nikah aja kalian nikah. Gw yang gemes ngeliatin kalian berdua."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sesuci Cintamu
RomanceCerita ini mengisahkan tentang sebuah cinta segitiga. Satunya ingin dicintai karena kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan yang lain sudah menyukai sejak pertama kali bertemu. Mereka berdua sahabat dari kecil dan menyukai 1 gadis canti...
