23. Dibalik mata seindah bulan purnama

10 1 0
                                        

"Semua orang pasti bakal cape, tapi gw udah gabisa ngerasain hal itu lagi"
-Shean

Jakarta, 15 Agustus 2024

"Lu jujur aja deh Shean, lu suka sama adkel tadi?"

"Berapa kali harus gw bilang sih, Kal? Ga semua orang yang gua pikirin itu berarti gw suka sama dia!" Tegas Shean.

"Terus kenapa gelagak lu seolah olah.. Gtu deh" Amelia menatap Shean, menghela nafas panjang sebelum berbicara.

"Stop nyudutin gw kayak gini, and Lisa.. Say to sorry, gua ga bermaksud apa apa Lis"

"Gapapa Shean, bukan kewajiban kamu buat mikirin perasaan aku. Aku.. Aku pergi dulu" Tanpa basa basi lagi, Lisa pergi begitu saja meninggalkan semua orang.

"Puas lu? PUAS LU BUAT LISA KEK GTU SHEAN?" Api didalam tubuh Akalla semakin membara, tangannya sudah mengepal seperti ingin meninju seseorang.

Shean hanya terdiam, tidak berkutik sedikit pun tentang apa yang telah terjadi. Wajahnya terlihat sangat merah seperti menahan tangis dan amarah. Namun, ia langsung berlari untuk menyusul Lisa.

"SHEAN! KALAU SAMPE LU APA APAIN SAHABAT GW, GW GA BAKAL MAAFIN LU" teriak Amelia.

***

"Lis, kamu mau pergi kemana? Aku.." Shean mengikuti Lisa dari belakang, berharap ia bisa berbicara dengan Lisa walaupun hanya sebentar.

"Pergi, Shean. Aku gamau masuk ke kehidupan kamu lebih jauh lagi. Yang ada aku yang sakit nantinya" Jawab Lisa tanpa membalikkan badan ke arah Shean

"Tapi Lis, dengerin aku dulu."

"Lebih baik kamu tinggalin aku sendirian. Jangan ngejar apa yang belum tentu jadi milik kamu."

"Lis.. Tolong, kali ini aja"

Lisa menoleh ke arah belakang, melihat raut wajah Shean yang sudah pasrah dan merasa bersalah kepadanya. Namun, Lisa tetap berjalan meninggalkan Shean sambil menahan rasa sesak di dadanya, yang bahkan ia sendiri tidak tau kenapa rasa sakit itu datang secara tiba tiba.

"LISA! TUNGGU-" Teriak Shean. Tetapi tidak membuahkan hasil sama sekali. Shean kembali ketempat awal dimana teman teman nya berkumpul dengan wajah murung

"Mana Lisa?" Tanya Rin.

"Shean, Lisa mana. Kenapa dia ga ada bareng lu?" Amelia ikut angkat suara.

"Shean, jawab kita! Jangan diam aja"

Shean menatap ke seluruh teman temannya, yang dilihat oleh teman teman nya hanyalah tatapan yang sedikit kosong dan ekspresi yang tidak terdeteksi saat ini.

"Seriusan aja lah, Shean? Lu bahkan ga bisa bawa Lisa kesini!" Bentak Akalla.

"Tapi Lisa sendiri yang ngejauhin gw, Kal.. Gw harus apa sekarang"

"Minimal lu kejar dia lagi!" Amarah Akalla menuju puncak, membuat dirinya meninju pipi Shean cukup kuat di hadapan semua orang.

Shean yang mendapatkan pukulan dari Akalla hanya terdiam. Tidak berkutik apapun tentang Akalla yang tiba tiba memukulinya hingga mimisan.

Sesuci CintamuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang