Rine memeluk Amelia sangat erat. Pelukan itu tak pernah mengendur sedikit pun. Sengatan listrik yang diberikan oleh Rine pada Amelia pada punggung sedikit menenangkan. Setidaknya gadis itu merasa tenang sekarang.
Amelia perlahan melepaskan diri. Hanya tersenyum tipis sebagai ucapan terimakasih. Rine merasa sedikit bahagia Amelia sudah terlihat lebih bahagia daripada biasanya.
Tepat pada pukul 07.00 malam Rine baru saja ingin bersantai dari hari yang sangat melelahkan. Tepat dimana ia ingin duduk pada sofa namun niatnya tersingkirkan karena mendengar suara ketukan pintu. Tanpa memikirkan hal lain, ia berjalan pintu. Membuka dan melihat sebuah kotak yang dilapisi oleh kertas kado seperti hadiah ulang tahun.
Gadis itu kebingungan, padahal ia sama sekali tidak ber-ulang tahun hari ini. Tanpa ragu Rine membuka kotak tersebut. Sangat terkejut dengan isi didalamnya. Sampai Rine dengan tidak sengaja menjatuhkan kotak tersebut dilantai. Setelah itu, Rine mendengar suara lonceng yang cukup keras. Kepalanya menjadi sangat sakit. Hampir terjatuh, Rine memegang ambang tembok disana.
"Ah sial. Kepala gw sakit banget." Ucapnya dengan kasar sambil memegangi kepalanya.
"Malam-malam begini ga mungkin ada orang iseng." Dia terdiam disana, melihat kearah kotak yang tersungkur dilantai. Secara perlahan membungkuk dan mengambil kotak itu.
"Ada disekitarmu, jauh dari pandanganmu, seperti hilang di hadapan semua orang. Siapakah aku?" Rine melihat sebuah kertas disana. Mengambil dan membaca tulisan itu. Bukankah terlihat sangat aneh?
"Maksudnya apa sih. Aneh banget orang yang ngirim beginian. Mana ada.. Apa ini."
Hening. Hampir tak ada suara sekarang. Nafas Rine tercekat saat menemukan benda lain disana. Sebenarnya apa maksudnya semua ini? Kenapa ada yang mempermainkannya? Diam seribu bahasa, hanya itu yang bisa dia lakukan.
Tak ada yang bisa dia lakukan selain membawa kotak misterius di tangannya ikut bersama dirinya kedalam. Terus memikirkan sebenarnya apa yang akan terjadi selanjutnya sekarang? Semuanya terjadi secara tiba-tiba. Pikirannya menjadi kacau. Rine tidak tau harus melakukan apa sekarang. Yang bisa dia lakukan hanya menunggu esok pagi sampai Rine memberitahukan teman-temannya yang lain.
Keesokan harinya Rin bangun dengan rasa sakit seluruh tubuhnya. Ia mengerang pelan, serta segera beranjak dari tempa tidur untuk menjalani hari ini. Setelah melakukan semua rutinitasnya di pagi hari, Rine mengambil kotak yang dia dapatkan semalam untuk di ditunjukkan ke teman-teman nya.
Disekolah Rine melihat kelasnya sudah cukup ramai. Namun rasanya sepertinya ada yang terus menerus menghantuinya. Rasa takut masih menyelimuti tubuh kecilnya di pagi hari yang cerah ini.
***
Jam istirahat Rine segera meminta teman-temannya untuk berkumpul ditempat biasanya. Disaat semuanya sudah tiba, salah satu dari mereka bertanya dengan nada yang sedikit penasaran.
"Ngapain kita ngumpul disini. Ada hal penting emangnya?" Itu Amelia yang sejak tadi melihat Rine yang sedikit pucat pagi hari ini.
"Gw mau ngasih tau kalian sesuatu." Ucapnya dengan sedikit nada serius sembari mengeluarkan kotak misterius yang dia bawa.
"Ini apaan anjir! Kenapa warna nya kek begitu? Mana agak bau lagi." Celetuk Amelia.
"Ini baru luarnya doang. Kalian belum lihat isinya."
"HAH! ini apaan sih sebenarnya. Busuk banget lagi baunya." Karena penasaran, Shean membuka kotak itu dan betapa terkejutnya dia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sesuci Cintamu
RomanceCerita ini mengisahkan tentang sebuah cinta segitiga. Satunya ingin dicintai karena kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan yang lain sudah menyukai sejak pertama kali bertemu. Mereka berdua sahabat dari kecil dan menyukai 1 gadis canti...
