25. Tolong, hidup lebih lama

10 1 0
                                        

"Semuanya.. Aku lelah, bawa aku pulang."

Terdengar suara teriakan yang sangat keras. Membuat seorang anak kecil laki laki menuju sumber suara tersebut dan melihat kejadian itu didepan matanya langsung. Ia tak percaya, bahwa ia akan menyaksikannya sendiri dengan mata kepalanya.

"DASAR KURANG AJAR! BERANI KAMU LAWAN PAPA!??" Suara teriakan itu terjelas dengar ditelinga anak kecil laki laki itu yang sedang berdiri di ambang pintu.

"A-ampun pah! Aku minta maaf.." Teriak kesakitan anak kecil laki laki lainnya.

"Kamu udah papa besarin, masih aja mau ngelawan ortu!? Hari ini kamu ga dapat jatah makan." Ucap pria itu lalu meninggalkan anak yang ia pukuli sendirian.

Saudaranya yang melihat hal itu, dengan cepat menghampiri anak malang yang hampir tidak berdaya itu. Ia memegang pundaknya dan menatap sorot matanya yang sangat lelah.

"Shean, abang disini. Shean gapapa kan?" Ucapnya sembari melihat banyak sekali darah yang bercucuran dari tubuh Shean.

"Abang.. Ini abang?.." Tanya Shean dengan sangat lemah dan pemandangannya samar samar.

"Shean, tolong bertahan. Demi abang.. Shean bilang Shean mau jadi pilot kan? Ayo bertahan!" Rasya terus terusan memastikan adiknya itu tidak kenapa napa.

"Abang.. Sakit bang." Rintih Shean.

"Shean.. Kenapa kamu di perlakukan begini sama papa.." Tanya Rasya pada dirinya sendiri, ia bisa merasakan rasa sakit yang di alami Shean.

"Kita ke kamar abang aja ya? Biar abang obatin luka nya." Tanpa menunggu jawaban dari Shean, Ia langsung menopang tangan adiknya dan membawa kekamar.

Dikamar, Rasya menatap tubuh Shean yang basah karena darah yang sangat banyak. Rasa pilu bisa ia rasakan dengan sangat dalam. Semangat dalam diri Shean seperti perlahan pudar, itu yang dilihat oleh Rasya pada laki laki kecil itu.

Rasya menahan sesak didada nya, mengambil kotak P3K untuk mengobati Shean. Sedangkan Shean hanya bisa pasrah mendapati dirinya yang sudah tidak berenergi sedikitpun. Laki laki itu menatap orang yang di hadapannya, yang sedang mengobatinya.

"Bang, aku ga pantas buat hidup ya?" Tanya Shean melemparkan senyuman tipis kepada abangnya.

"Kenapa bilang gitu? Semua orang yang didunia ini pantas buat hidup." Jawab Rasya yang masih setia mengobati luka pada tubuh Shean.

Tidak ada jawaban sama sekali dari Shean, yang ia lakukan hanyalah tersenyum tipis sembari menahan rasa sakit pada tubuhnya. Banyak luka dan lebam yang ia dapatkan dari "ayah" nya itu.

"Abang disini. Ngomong aja Bas, ga ada yang larang kamu buat ngomong."

"Kata papah, Shean bukan anak yang diinginkan sama papah. Emang bener ya?"

Rasya tiba tiba berhenti, menatap sorot mata Shean yang meminta sebuah kepastian dan jawaban untuk pertanyaannya itu. Yang ia lihat, Shean seperti putus asa.

"Papah bilang gitu? Jangan di dengerin. Papah cuma lagi emosi aja." Lanjut Rasya untuk mengobati Shean yang akhirnya selesai.

"Kamu mandi ya, abang udah bersihin sebagian besar darahnya. Selesai mandi abang lanjut obatin lagi."

Sesuci CintamuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang