Jakarta, 27 Maret 2025.
Sinar matahari bersinar lebih terang daripada biasanya. Hari ini cuaca benar-benar sangat panas. Panas matahari membuat seorang gadis yang tengah duduk sekarang mengerang karna kepanasan.
"Panas banget! Ini ga ada cowo yang inisiatif mau gendong gw terus bawa ketempat yang teduh apa ya?." Oceh Amelia sembari mengusap keringatnya dengan tisu.
Masih mengomel tentang hal yang sama, ada seseorang yang menggendong gadis kecil itu ala bridal style yang membuatnya sangat terkejut saat melihat siapa orang yang telah menggendongnya.
"ALDAN!! turunin gw gak? Turunin!!" Gerutu Amelia sedangkan Aldan terus berjalan membawanya ketempat yang teduh.
"Turunin, anjir! Gila ya lu. Entar kalau fans lu lihat gimana!"
"Peduli apa gw sama mereka? Lu kan kepanasan, yaudah gw gendong aja." Ucap Aldan dengan wajah datarnya itu.
"Ya tapi lu bikin gw kaget plus tiba-tiba banget!"
"Oh jadi lu ngira siapa? Lu mau digendong sama cowo lain gitu." Aldan jelas sedang menahan rasa cemburunya.
"Ngaco ga lu. Udah ah turunin, entar yang lain lihat heboh mereka."
"Kalau gw gak mau gimana dong?"
"Apasih lu, ngeselin banget! Turunin gw, Aldan." Perintah itu mendapatkan kekehan kecil dari Aldan. Tanpa menunggu lagi Aldan segera menurunkan Amelia sebelum gadis itu semakin kesal.
"Mau ice cream gak. Biar gw baliin."
"Emang boleh?" Tanya Amelia dengan ragu.
"Boleh lah. Siapa coba yang ga ngebolehin?." Jawab Aldan yang hanya mendapatkan diam seribu bahasa dari Amelia. Aldan jelas tau, Amelia sangat kepanasan dibawah terik matahari hari ini.
"Tunggu disini ya. Jangan kemana-mana lu. Gw bakal balik kok, tenang aja." Amelia mengangguk pelan saat punggung Aldan mulai hilang dari pandangannya.
Beberapa saat ia menunggu, Aldan datang dengan sekantong plastik yang penuh dengan ice cream dan cemilan kesukaan Amelia. Saat Amelia menerima nya ia sedikit terkejut dengan apa yang diberikan oleh Aldan.
"Ini banyak banget, Al! Gimana kalau ga habis nanti?"
"Udah gapapa, buat lu semua itu. Gw tau lu suka nyemil kan?"
"Kok lu bisa tau sih. Perasaan gw gak pernah kasih tau deh."
"Feeling doang. Biasanya cewe kan suka nyemil. Gw ga salah kan?"
"Gak salah sih. Tapi ini kebanyakan, Al! Jajan lu sehari berapa sih!? Banyak banget perasaan."
"Entahlah. Selagi itu bisa buat lu seneng, ga juga seneng kok."
"Iii thanks Aldan!" Amelia sangat bersemangat. Ucapan terimakasihnya itu mendapatkan sebuah senyuman tipis dari Aldan saat ia mulai memakan ice cream dengan sangat nikmat.
Aldan senang jika Amelia bisa tersenyum seperti ini. Is berharap tidak ada hal buruk yang bisa membuat Amelia kambuh lagi seperti waktu itu. Jadi mulai sekarang Aldan harus terus mengawasi Amelia.
Walaupun itu terlihat sedikit menakutkan bagi sebagian orang. Tetapi ini semua demi kebaikan Amelia juga. Gadis itu harus selalu dipantau agar tidak membuat orang lain khawatir termasuk Lisa.
Trauma yang Amelia genggam erat sampai sekarang memang sangatlah berat. Tidak banyak yang tau tentang hal ini. Tapi Aldan tetap saja merasa khawatir dengan kondisi Amelia jika tiba-tiba kambuh.
Gadis itu benar benar memenuhi pikiran Aldan sekarang. Tingkahnya saat mendapatkan sebuah hadiah sangatlah lucu. Walaupun hanya cemilan, itu sudah cukup membuat Amelia senang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sesuci Cintamu
RomanceCerita ini mengisahkan tentang sebuah cinta segitiga. Satunya ingin dicintai karena kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan yang lain sudah menyukai sejak pertama kali bertemu. Mereka berdua sahabat dari kecil dan menyukai 1 gadis canti...
