37. Rahasia diantara kita

9 1 0
                                        

Mereka semua bergegas lari ketengah lapangan untuk melerai Shean yang semakin terbawa arus oleh emosinya. Aldan menjauhkan Shean sekuat tenaga dibantu oleh Akalla.

"SHEAN! LU KENAPA SI TIBA TIBA NGAMUK GINI?" Bentak Akalla yang sudah cukup kewalahan dengan tenaga Shean begitu besar.

"DIA DLUAN, KALL! DIA MAU NYENTUH LISA, EMANG ANJ- NI ORANG." Emosi Shean justru lebih memburu daripada sebelumnya.

"Udah Bas, tenang dulu." Aldan berusaha menenangkan Shean. Sedangkan anak yang sudah dihajar oleh Shean itu dibawa oleh teman-temannya agar menjauh.

Shean berusaha menenangkan dirinya. Mengingat kejadian tadi yang membuat Lisa ketakutan karena hampir disentuh oleh orang lain membuat Shean tidak terima begitu saja.

"Udah kan? Tenang. Jangan kebawa emosi dulu."

"TAPI YANG HAMPIR DIAPA APAIN ITU LISA, AL! GW GA TERIMA." Bukannya tenang, Shean justru bertambah emosi.

"Udah udah, entar tu anak gw yang urus." Celetuk Akalla yang sejak tadi diam saja.

"Lisa dimana sekarang. Gw harus nemuin dia."

"Lisa kayaknya dibawa sama anak-anak cewe tadi." Tanpa aba-aba Shean langsung berlari mencari keberadaan Lisa. Semua tempat ia kunjungi kecuali 1, perpustakaan.

Di perpustakaan, Shean masuk. Menelusuri rak-rak buku untuk mencari sosok Lisa disana. Dan ternyata Lisa berada dipojok perpustakaan bersama dengan Amelia dan Rine yang sedang menenangkannya.

Shean mendekat, berjalan secara perlahan. Dua gadis itu menyadari keberadaan Shean lalu meninggalkannya sendirian bersama Lisa. Ia berlutut, mengusap kepala Lisa dengan sangat lembut.

"Lisa, ini aku. Ini Shean, kamu masih syok banget ya sama kejadian tadi?" Suara Shean terdengar lembut, ada nada kekhawatiran disana.

"S-shean, aku takut. Aku takut kalau sampe dia hampir nyentuh aku tadi." Suaranya bergemetar. Bahkan tubuhnya pun sangat bergemetar sekarang.

"Gapapa, nanti yang lain urus tu anak. Sekarang kamu tenang ya." Terasa sangat pilu jika Shean mengetahui Lisa seperti ini. Suara tangisan itu sangat dalam, bahkan air matanya mulai berjatuhan.

Shean mendekap Lisa dengan erat. Memberikan sebuah kehangatan dan kenyamanan kepada gadis itu. Shean tau Lisa sangat tidak bisa disentuh oleh yang bukan mahramnya, tetapi tubuh itu bisa merasakan sedikit kenyamanan.

"Lisa sayang.. Tenang ya cantik. Gabakal ada yang berani sentuh kamu. Aku gabakal biarin siapa pun nyentuh cantikku." Shean melepaskan pelukannya, menangkup kedua pipi Lisa dan mengusapnya dengan lembut.

Terlihat dari sorot matanya, gadis itu masih ketakutan. Shean tidak akan memaafkan seseorang yang membuat Lisa seperti ini. Ia akan pastikan orang itu akan sengsara dalam hidupnya.

Sakit, sangat sakit hati itu jika melihat gadis dihadapannya menangis. Air mata Lisa justru mengalir lebih deras. Dadanya terasa sesak, kepalanya terasa pusing. Tangannya gemteran. Shean yang melihat itu sangat panik.

"Lis, kamu kenapa. Lisa! Tenang-"

"A-aku gakuat. Rasanya aku pengen mun-" Belum selesai menyelesaikan kalimatnya Lisa justru sudah rubuh dipelukan Shean. Laki-laki itu terkejut bukan main.

"LISA! Lisa.. Lisa bangun!! Kamu kenapa? Lisa sayang bangun ya.." Shean bertambah panik. Pikirannya tercampur aduk sekarang. Dengan sigap Shean menggendong Lisa. Membawa ke UKS.

Tidak peduli dengan teriakan fans-fansnya selama mereka ke UKS. Yang Shean pikirkan hanyalah keadaan Lisa. Tubuh mungil itu sepertinya panas dingin. Shean semakin panik, ditambah fans-fansnya malah menggila sekarang.

Sesuci CintamuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang