Jakarta, 20 Maret 2025.
Akalla datang lebih awal hari ini dikarenakan ia ingin melihat suasana sekolah dipagi hari. Dikelas, ia melihat seorang gadis yang tengah membaca buku dan benar sekali itu adalah Lisa. Senyuman lebar terukir dibibir Akalla yang membuat Lisa terkejut saat mendapati pundaknya disentuh oleh seseorang.
"Good morning, Lisa. Pagi banget datangnya, suka sendiri ya?" Akalla menatap Lisa lamat lamat dengan senyuman yang masih sama.
"Akalla, kamu kalau masuk ngetik pintu atau ucapin salam gitu. Aku jadinya kaget lagi serius baca buku nih." Gadis itu melihat kearah Akalla dan membalas senyuman itu sebelum berbicara.
"Gw pikir ga ada orang Lisa. Tau taunya ada lu didalam kelas." Jawab Akalla sembari duduk disamping Lisa yang kembali membaca buku.
"Baca apa sih, serius banget kayaknya." Tanya Akalla yang sudah mengintip isi buku novel yang dibaca oleh Lisa.
"Ah ini novel yang isinya romans tipis tipis, aku lumayan su-" Gadis itu sangat terkejut saat wajah Akalla sudah benar benar didekat wajahnya.
Mereka saling menatap satu sama lain. Jantung Lisa berdegup sangat kencang dalam situasi seperti ini. Sedangkan Akalla masih tersenyum melihat Lisa yang sudah mulai gugup karena ulahnya.
"Kenapa Lis. Kok gugup banget keliatannya?" Tanya Akalla menggoda Lisa untuk melihat reaksinya. Bisa dilihat dari sorot mata gadis itu, ia benar benar panas sekarang.
"Akalla jangan dekat dekat, kamu bikin aku hampir jantungan tau.." Sontak Lisa menjauhkan wajahnya dan kembali membaca buku tersebut.
"Eh iya sorry Lisa. Tapi kamu lucu banget, sampe suhu badan kamu naik turun gitu."
"Ngawur kamu Akalla, balik ke kursi kamu sana. Bentar lagi pasti bakal rame, aku gamau terjadi fitnah di antara kita berdua nantinya." Tanpa berlama lama Akalla kembali ketempat duduk nya. Masih memerhatikan Lisa yang membaca buku dan memikirkan kejadian barusan.
Tak lama semua orang mulai datang. Amelia, Shean, Baskara, dan bahkan teman kelas yang lainnya kini menduduki kursi mereka masing masing. Amelia dan Shean yang melihat tingkah laku sahabat mereka masing masing jelas kebingungan. Terutama Shean, tidak biasanya mood Akalla baik hari ini.
Amelia memerhatikan Lisa yang terus terusan membaca novel dan sepertinya gadis itu sedang memikirkan sesuatu. Entah apa yang telah terjadi sebelum mereka datang.
"Lisa, kamu kenapa kayak gini?" Tanya Amelia secara tiba tiba yang membuat Lisa kembali terkejut.
"Ugh Lia, kamu kalau mau nanya jangan tiba tiba. Jantung aku mau copot nih rasanya."
"Eh iya sorry Lis. Abisnya kamu kayak lagi mikirin sesuatu. Mikirin apa sih?"
"Bukan apa apa kok Lia. Cuma lagi mikirin alur novel yang lagi aku baca." Amelia mengganguk. Mengerti maksud dari Lisa.
Disisi Shean dan Akalla, laki laki itu masih saja tersenyum. Membuat Shean benar benar bingung dengan tingkah lakunya. Shean menepuk pundak Akalla yang membuat Akalla menatap kearah Shean.
"Sorry tentang.. Kejadian beberapa bulan yang lalu, Kal."
"Owh.. I see. Gak masalah Shean, tapi lu harus minta maaf ke Lisa juga." Shean tersenyum tipis ke Akalla sebelum melihat ke arah Lisa.
Lisa yang merasa dilihat oleh seseorang, memilih untuk mengabaikan perasaan itu. Shean tersenyum, senyumannya begitu hangat. Ada rasa yang benar-benar tidak dapat diartikan dari sorot matanya.
"Senyum mulu. Ga cape apa bibir lu senyum begitu Bas?"
"Oh gak, gw cuma seneng aja hari ini. Seneng rasanya.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sesuci Cintamu
RomanceCerita ini mengisahkan tentang sebuah cinta segitiga. Satunya ingin dicintai karena kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan yang lain sudah menyukai sejak pertama kali bertemu. Mereka berdua sahabat dari kecil dan menyukai 1 gadis canti...
