"Gua pernah tulus sama lu, Kanaya. Tapi lu sia sia'in ketulusan gua gitu aja"
-Shean
"Capek banget.." Keluh kesah gadis itu yang sudah berada di atas kasurnya.
"Shean kenapa pergi gitu aja sih tadi?.. Padahal kan-" Ia menatap langit langit kamarnya sambil memikirkan Shean.
"Shean.. Maaf aku udah jahat ke kamu.." Kanaya mulai menangis tanpa suara.
"S-seharusnya aku datang ke tempat itu. Bukan malah ke cafe bareng selingkuhan aku.. Aku jahat banget ya sama kamu, Shean? Rela biarin kamu nungguin aku dibawah hujan yang deras itu" Pikirnya sembari mengingat kesalahan yang pernah ia lakukan kepada Shean.
"Aku seburuk itu kah dimata kamu?" Ia mulai berjalan menuju ke cermin dan duduk di kursi. Menatap dirinya dengan perasaan yang campur aduk.
"Maaf Shean.. Maaf.." Air mata Kanaya kini semakin deras dan ia tak sanggup melihat dirinya dicermin tersebut. Karena tak sanggup ia menundukkan kepalanya dan menutup wajahnya dan menangis kembali.
"Nyatanya seseorang akan berubah karena merasa kecewa kepada seseorang yang dulu pernah ia cintai"
-Kanaya
Sementara itu di sisi Shean, ia merenung dan berdiam diri didalam kamarnya. Entah apa yang harus ia lakukan sekarang. Dada nya terasa sakit, ia berusaha menahan rasa sakit itu dengan cara istighfar sebanyak 10x. Setelah beristighfar, rasa sakit yang ia rasakan di dadanya sudah hilang. Ia menatap ke arah jendela sembari melihat pemandangan yang ada di luar jendela. Sangat indah.. Lebih indah dari apapun.
"Indah banget diluar.. Rasanya pengen keluar rumah" Pikirnya.
"Kira kira Lisa lagi ngapain ya sekarang?" Tanya Shean pada diri nya sendiri.
"Pengen chat Lisa, tapi takut dia lagi sibuk"
"Apa langsung gw samperin aja kerumahnya?"
Tanya nya.
"Tapi.. Sudahlah. Kapan kapan aja." Ia pasrah dan kembali menatap keluar jendela.
"Eh.. Itu.." Shean tiba tiba fokus kepada orang yang sedang berjualan bunga keliling yang kebetulan lewat di depan rumah Shean.
"Gw harus cepet" Tanpa fikir panjang lagi, ia langsung bergegas keluar rumah dan menemui penjual bunga itu.
"P-permisi, s-saya mau beli bunganya" Dengan nafas yang terengah-engah ia berhenti didepan penjual bunga itu.
"Mau beli bunga apa mas?" Tanya sang penjual bunga.
"Saya mau beli bunga mawarnya ya" Senyum ramah Shean kepada penjual bunga.
"Ooo oke mas, kira kira mas mau ngasih siapa toh bunga ini?" Penjual bunga itu bertanya kepada Shean sembari membukus bunga pesanan Shean.
"Bunga ini buat temen saya, kak" Ia menatap mata gadis penjual bunga.
"Temen? Tapi dari mata mas bukan hanya sekadar teman" Gadis itu memberikan bunga yang telah dipesan Shean kepadanya.
"Eh? Serius buat temen kok" Ucap Shean sambil membayar bunga yang ia beli.
"Haduh mas, saya bisa lihat dari tatapan mata mas ke saya. Jelas jelas mas lagi jatuh cinta" Gadis itu mengambil uang yang diberikan Shean.
"Egh.. Saya masuk duluan ya, kak. Makasih"
"Harusnya saya yang bilang makasih karna udah beli bunga saya"
"Semoga laris ya bunga nya, kak" Shean hanya tertawa kecil dan mendoakan gadis penjual bunga itu.
"Aamiinn, makasih loh mas. Saya duluan yaa"
"Iya hati hati kak" Perlahan gadis itu menghilang dari hadapan Shean. Ia hanya terdiam ditempat sembari memandangi bunga yang ia pegang. Tanpa sadar ia tersenyum kecil dan segera masuk kedalam rumah.
Didalam rumah
"Bunga ini.. Cantik.."
"Cantik banget.." Shean memutar perlahan bunga mawar itu dan mencium aroma bunganya.
"Wangi.. Pantas aja Lisa suka banget sama bunga mawar"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sesuci Cintamu
RomanceCerita ini mengisahkan tentang sebuah cinta segitiga. Satunya ingin dicintai karena kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan yang lain sudah menyukai sejak pertama kali bertemu. Mereka berdua sahabat dari kecil dan menyukai 1 gadis canti...
