Jakarta, 23 Maret 2025.
Shean terbangun dari tidurnya dikarenakan bermimpi hal yang sama. Padahal sudah lama sekali ia tidak bermimpi tentang "mereka". Dia duduk diatas kasurnya sembari menatap alarm yang sebentar lagi akan berbunyi.
"Ah sial.. Mimpi itu lagi." Ucapnya sambil memegang kepalanya sendiri.
"Tapi kenapa semuanya terasa jelas.. Ge gak yakin itu bener. Gw harus tanya ke Kanaya." Shean beranjak dari atas kasurnya dan memasuki kamar mandi untuk bersiap siap pergi ke sekolah.
Setelah sekian lama didalam kamar mandi, akhirnya Shean keluar menggunakan handuk yang sudah ia lilitkan dipinggangnya. Ia menatap dirinya sendiri dicermin sembari menghela nafas berat.
"Apa bener itu mereka? Gw harus pastiin ke mereka semua." Batin Shean. Dirinya seperti tak kuasa memikirkan semuanya sendiri. Tak pikir panjang lagi, Shean memakai seragam sekolahnya, memasukkan buku pelajaran hari ini. Merapikan rambut lalu berangkat menaiki motor kesayangannya.
Selama diperjalanan ia terus-terusan memikirkan mimpinya hari ini. Dibalik helm itu terdapat wajah datar Shean karena harus berurusan dengan Kanaya. Sesampainya disekolah, Shean langsung datang ke kelas Kanaya dengan nafas yang cukup terengah-engah.
Gadis yang baru saja datang itu benar-benae terkejut dengan kehadiran Shean. Ada senyuman tipis dan sorot mata yang berbinar binar melihat Shean yang mulai menghampirinya.
"Kanaya, ini penting. Gw mau lu jawab jujur sekarang."
"Kenapa Shean? Kamu sampai datang kesini buat nemuin aku. Lucu banget sih."
"Jangan bahas yang gak penting Kanaya." Ada tekanan disuara Shean saat ia melontarkan kalimat tersebut.
"Lu inget masa kecil kita? Yang punya 2 sahabat cewe lagi. Lu ada foto kita ber 5 gak?" Tanya Shean dengan harapan yang sangat besar.
"Oh itu.. Ada kok. Kamu mau lihat? Ini fotonya." Kanaya mengechek galerinya dan memperlihatkan sebuah foto yang cukup membuat Shean tercengang.
"Kirim foto ini ke gw, dan entar datang ke kelas pas jam istirahat." Kanaya hanya mengganggukkan kepala saat mengirim foto yang di minta oleh Shean.
***
Bel istirahat pun tiba. Shean melarang teman-temannya untuk pergi ke kantin bahkan menyuruh Aldan dan Rine datang juga. Kanaya berlari ke arah kelas Shean. Saat tiba, nafasnya benar benar terengah engah. Gadis itu melangkahi kakinya saat ditatap oleh yang lainnya juga.
"Oke semuanya. Tujuan gw ngumpulin kalian semua disini itu buat nanyain sesuatu kekalian semua." Ucap Shean membuka topik diantara mereka semua setelah diam beberapa saat.
"Emangnya penting bas? Tumben banget soalnya lu manggil kita begini." Sahut Aldan yang mengalihkan pandangannya.
"Akalla, jelasin ke mereka semua. Entar gw lanjut." Pintar Shean yang sudah menatap kearah teman temannya dengan wajah datar.
"Jadi, gw sama Shean punya 3 sahabat cewe pas kita masih kecil. Shean mimpiin mereka lagi. Disini kita mau mastiin doang bener apa gak nya." Jelas Akalla.
"Kanaya, Rine. Minta foto masa kecil kalian. Apa kalian punya sahabat pas masih kecil?" Tanpa berlama lama Kanaya dan Rine menunjukkan foto yang sama, bahkan tidak ada perbedaan sekalipun di foto itu.
"WHAT. KOK BISA SAMA GINI? JADI KALIAN SAHABATAN DARI KECIL?" Teriak Amelia secara tiba tiba.
"Eh mulut lu. Jangan teriak teriak napa, heboh bgt. Tapi gw ga expect juga sih." Celetuk Aldan yang berada disamping gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sesuci Cintamu
RomanceCerita ini mengisahkan tentang sebuah cinta segitiga. Satunya ingin dicintai karena kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan yang lain sudah menyukai sejak pertama kali bertemu. Mereka berdua sahabat dari kecil dan menyukai 1 gadis canti...
