“
Bangsat!!!” teriak Afkar penuh amarah. Begitupun dengan anggota Black Moon lainnya, mereka sudah diambang kemurkaan saat melihat kekasih ketua mereka di jadikan sandera dengan kondisi yang sangat menyedihkan.
“JANGAN SENTUH DIA, KEPARAT!” sarkas Afkar kepada Temaram yang terkekeh didalam ponsel itu.
Jika gue tidak bisa mendapatkan lo, itu artinya tidak ada yang boleh memiliki lo, Kak! Termasuk wanita parasit ini!!
“Lo yang parasit wanita murahan!”
“Berhenti mencaci-maki adik gue, sialan!” Agarish melayangkan tinju ke arah Afkar, beruntung cowok itu bisa menghindar.
Pertarungan kembali terjadi, tapi kali ini Afkar benar-benar memperlihatkan sisi gelapnya yang lain. Kekuatannya seakan bertambah berkali lipat dari yang tadi.
Agarish sedikit terkejut dengan energy cowok itu yang membuatnya hilang kendali. “Mundur, atau cewek lo akan mati sekarang juga!” lirih Agarish terkapar di lantai lapangan itu. Namun, Afkar tetap melangkah mendekatinya.
“Gue nggak main-main sama ucapan gue, Afkar!” ulangnya membuat Afkar terhenti dan terpaksa memundurkan tubuhnya kebelakang.
Dengan susah payah laki-laki itu berdiri, ia beranjak ke motornya mengambil sesuatu, setelah itu kembali.
“Lo mati atau Shaheen yang mati!” ucapnya menyodorkan sebuah benda yang mereka duga adalah bom.
“Jangan, bos!” sahut Restu melarang Afkar.
“Iya bos, jangan termakan sama omongan bajingan itu!” imbuh Dewa terlihat cemas.
Agarish terkekeh, tangannya mengangkat ponsel yang masih tersambung dengan Temaram, dan berkata, “Nyawa gadis itu ada ditangan gue, tinggal menunggu perintah dari gue, maka kekasih lo akan pergi dari dunia ini sekarang juga!” lirihnya menatap Afkar yang juga menatap dengan wajah sangar kearahnya.
“Pakaikan ke gue! Dan lepaskan cewe gue!” jawab Afkar.
“Lo gila ha!” sergah Bumi hendak mendekat.
Namun di larang oleh Agarish, dengan merentangkan tangannya kearah Bumi. “Jangan mendekat, ini urusan gue dengan dia!”
“Manusia licik kayak lo pantesnya mati, anjing!” umpat Langit dengan emosi sudah di ubun-ubun.
“Bos, jangan bertindak gegabah,” Bromo ikut menimpali.
Seluruh anggota Black Moon tampak cemas. Namun berbeda dengan sang ketua, baginya tidak ada yang lebih berharga dari nyawa perempuan yang dia cintai. Apapun akan Afkar lakukan demi keselamatan Shaheen.
“Gue melakukan ini semua hanya untuk wanita yang gue cintai, setelah kematian gue, pastikan kalian semua menjaga dia, jangan pernah sedikitpun kalian membuatnya kecewa apalagi tersakiti, paham!” ujar Afkar kepada seluruh anggota inti Black Moon.
“Lo yang akan menjaga Shaheen, Bos! Dan tanpa lo minta kita semua akan tetap menjaga cewek lo. Hentikan keputusan konyol lo itu!” terang Restu mulai khawatir.
“Gue nggak punya pilihan lain, Res!”
“Gue nggak ngizinin lo buat menerima pilihan itu, Kar!” sentak Bumi tersulut emosi.
“Maaf Bang!” lirih Afkar, kemudian kembali menatap Agarish.
Afkar merentangkan kedua tangannya, “Pasang benda itu sekarang juga,”
“BOS!” sorak seluruh geng Black Moon, mencegah.
“Afkar, lo gila hah? Gue bela-belain berpihak sama Black Moon lo malah menyerahkan diri ke mereka?” Alastar yang sedari tadi diam, ikut melarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
AFKAR
JugendliteraturTerbit! TYPO BERTEBARAN DIMANA MANA! PASSWORD : FOLLOW DULU SEBELUM BACA, TERIMAKASIH. -Untuk senyuman yang menjadi duniaku- Tentang sebuah persembunyian geng motor yang tak terkalahkan, dinobatkan sebagai raja jalanan, membuat posisi itu banyak...
