AFK | TERTEMBAK

5K 116 6
                                        

“Rin, Kak Afkar disana Rin!” ringis Shaheen saat mendengar suara ledakan besar dari arah lokasi.

“Sha, jangan banyak gerak gini, darahnya makin banyak!” Rindu tak menghiraukan suasana lokasi dia hanya fokus kepada luka diseluruh tubuh Shaheen yang semakin deras.

“Veen, cepetan!” Shaheen semakin mendesak Parveen yang saat itu sudah terlihat tremor menyetir mobil.

“Aarrrgh!” ringis Agarish.

“Kak!” pekik Temaram sesampainya disana, ia berlari menghampiri tubuh Agarish dengan langkah tertatih-tatih.

“Kak bertahan Kak!” lirihnya menangis. Temaram membawa kepala Agarish ke pahanya.

“Arrghh!” Agarish tampak kesakitan.

Afkar dan teman-temannya mendekati sepasang manusia itu, “KALIAN JAHAT! KALIAN PEMBUNUH!!” teriak Temaram histeris. Ia juga kesakitan menahan lukanya, gadis itu masih sadar setelah kepergian Shaheen tadi.

“Rey! ” sorak anggota Black Moon menghampiri Reygan. “Lo bertahan kita bakal bawa lo kerumah sakit.” Risau mereka. Laki-laki itu terbatuk-batuk pandangannya mengarah kepada seluruh anggota Black Moon berhenti pada Afkar.
“Jaga dia Kar, dia butuh lo!” cicitnya dengan susah payah.

“Lo ngomong apa? Lo pasti selamat!” Afkar mendekat kepada Reygan.

“Gue sayang banget sama dia, tapi dia mencintai lo jangan pernah sakiti dia, lo harus janji sama gue.”

“Diam bangsat kita bakal bawa lo kerumah sakit!” bentak Restu tak suka.

“Gue minta maaf sama kalian, gue udah mengkhianati kalian,” Reygan terus saja mengatakan kata-kata perpisahan kepada teman-temannya.

“Reygan, udah ya. Kita akan angkat lo sekarang.” Bumi bergerak mengangkat Reygan namun cowok itu kembali menahan.

“Satu lagi tolong jaga Cordelia, dia perempuan baik dia jahat karena gue, tolong kalian lindungi dia, dan sampaikan sama Lia kalau gue juga suka sama dia.” Reygan berkata dengan kalimat yang tertahan-tahan, hingga akhirnya ia tak sadarkan diri.

“REYGAN!” mereka menggoyang-goyangkan tubuh laki-laki itu. Bromo dan Sachio segera mengangkat tubuh Reygan dan membawanya ke rumah sakit diikuti oleh Afkar dan yang lainnya.

“Lo jahat Kak, gue udah mencintai lo dengan tulus, tapi apa balasan yang lo berikan sama gue, hah?” teriak Temaram menatap Afkar penuh kemurkaan.

“Itu obsesi bukan cinta, Temaram!” jawab Afkar datar kembali membalikkan tubuhnya.

“KAK BANGUN, JANGAN TINGGALIN AKU KAK!” Agarish semakin bergeming, tubuhnya terus diguncang-guncang oleh Temaram, namun, tak memberikan reaksi apa-apa.

“Cabut!” titah Bumi kepada anggotanya, segerombolan laki-laki itu beranjak meninggalkan Temaram dan Agarish.

“Gue bersumpah, akan membalas semua perbuatan kalian sama kakak gue, bangsat!” teriak Temaram saat punggung para lelaki itu sudah menjauhinya.

Temaram mengeluarkan pistol dari dalam sakunya dan mengarahkan kearah Afkar, “Jika gue tidak bisa memiliki lo, sebaiknya lo pergi dari dunia ini, Afkar!” lirihnya telunjuknya menyentuh pelatuk pistol itu.

AFKAR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang