72. Adonan bayi (?)

6.6K 58 5
                                        




⚠⚠⚠



Kalian pasti pernah bertanya kepada orang tua kalian tentang bagaimana adanya bayi didalam perut ibu. Dan bahkan sebagian ibu menjelaskannya dengan pengertian yang sulit dipahami oleh anak-anaknya.

Dan kalian yang tak tahu apa-apa, mencoba untuk membayangkan dengan objek lain seperti adonan kue. Termasuk Haechan, ia tak tahu bagaimana proses adanya bayi yang tanpa disadari akan terjadi didalam perutnya sendiri.

Adonan yang maksudkan malah menjadi sebuah kenyataan. Dimulai saat Haechan mendatangi reuni SMA nya.


•••

"Chan! Dateng juga lo. Sendirian aja?" Haechan menghampiri meja teman-teman terdekatnya. Ada Jaemin, Renjun, Jeno bahkan ada Mark juga yang tengah meneguk sodanya. Tetapi Jeno sedang sibuk meeting dengan kliennya. Workholic.

"Iya, Jaem. Gue sendiri, emang disuruh bawa pasangan ya? Gue belum buka grup reuni lagi" Jawab Haechan sembari terburu-buru membuka ponselnya. Jaemin pun menyuruhnya duduk terlebih dahulu.

"Gak ada sih, yaa siapa tau lo punya pasangan. Kalo gak suami, yaa masih pacaran atau lo gak mau ngasih tau karena lo lagi hamil?" Selidik Renjun dengan mulut ceplas-ceplosnya. Mark tiba-tiba tersedak soda saat Renjun berkata seperti itu.

"Hamil apaan? Perut gue emang keliatan lagi hamil?" Bingung Haechan. Renjun dan Jaemin mengangguk bersamaan. Sedangkan Jeno yang terganggu mencoba menenangkan Mark yang semakin terbatuk-batuk.

"Kenapa sih? Dah kek bapak-bapak penyakitan batuknya. Lo gak terima Haechan lagi hamil?" Sinis Jaemin.

"Gue kaget. Perutnya emang keliatan bump nya. Makanya gue langsung kesedak pas Renjun ngomong gitu" Jelas Mark. Sementara itu, Haechan menatap Mark intens dari tempat duduknya.

"Kenapa lo? Suka sama gue?" Pede Mark. Haechan menggeleng lalu mengambil selembar tisu dan mengelap sudut bibir Mark.

"Lo minum gak hati-hati, sampe jadi bapak-bapak penyakitan kayak gitu" Baru saja Mark akan terbang, belum menggerakkan sayap ia sudah dihantam ke tanah duluan oleh ucapan Haechan.

"Belepotan kayak anak kecil" Lirih Haechan setelah selesai mengelap kekacauan Mark.

"Makasih, gue mau jadi anak kecil kalo gue sama lo" Ucap Mark tanpa sadar.

"Excuse me?" Sela Renjun.

"Apa?" Mark yang sadar teman-teman memperhatikannya langsung menutup mulutnya dengan tangan.

"Lo mau jadi anak gue?" Tanya Haechan dengan bodohnya.

"Maksud dia, dia mau jadi pacar yang manja kayak anak kecil ke lo. Dia suka lo, Chan!" Pekik Jaemin gemas dengan kepolosan Haechan yang tak mengerti maksud Mark.

"Oh ya? Gue juga suka sama dia, jadi suami gue juga gue ayo" Semuanya terdiam mendengar penuturan jujur Haechan. Mark yang sudah membawa cincin untuk melamar Haechan pun langsung mengambilnya dari tas ransel yang ia bawa.

"Perhatian semuanya," Semua meja yang berisi teman-teman angkatan mereka pun menoleh ke sumber suara. Mark menarik nafas dan membawa Haechan untuk berdiri.

(Just) Endure and Hurt II ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang