⚠⚠⚠
izin curhat. kalian kalo kecewa berat sampe kalian sakit. kalian lebih mentingin kekecewaan kalian atau sakit yang badan kalian rasain?
_________
"Mas, perut aku sakit.. Dedek udah pengen keluar gitu ya?" Haechan menghampiri sang suami yang sedang menyesap kopi hitamnya diteras.
Mendengar hal itu, Mark langsung menuntun Haechan masuk kedalam rumah.
"Udah dari kapan?" Tanya Mark. Haechan mengingat-ingat kapan pertama kali rasa sakitnya muncul.
"Dari kemarin malem kayaknya, habis kita main tuh. Tengah malemnya sakit" Cerita Haechan.
Mark mengelus-elus perut besar sang istri dan memikirkan bagaimana caranya terbaik untuk Haechan bersalin.
"Dek, maaf ya.. Mas belum ada uang buat bawa kamu ke rumah sakit. Tabungan juga cukup buat habis dedek bayi lahir. Gimana ya? Mas gak enak sama kamu nya.." Haechan mengusap lengan atas sang suami.
Mark tahu pasti Haechan sedikit kecewa atas kenyataan seperti ini terhadap keuangan mereka yang menipis.
Namun, sosok Haechan yang sabar dan menerima apapun keadaan mereka membuat Mark kadang merasa sangat bersalah sudah mengajaknya berumahtangga.
"Gapapa, Mas. Adek bisa lahiran dirumah. Ada tempatnya juga kan di kamar mandi? Rumah kita yang kamu beli juga bagus, Mas. Lengkap, lebih baik kita punya rumah lebih dulu. Aku gapapa, Mas.
Asalkan ada Mas yang nemenin aku baik-baik aja. Percaya ya?" Mark mengangguk mengerti. Haechan tersenyum lalu menyandarkan kepalanya pada dada bidang sang suami.
"Makasih banyak ya, dek. Mas gak tau harus bilang apa.. Sebenarnya Mas juga gak mau kamu dirumah ngelahirin anak kita nya, tapi kondisinya lagi sulit..
Maafin Mas ya? Semoga setelah dedek bayi lahir, rezeki Mas lancar lewat dia" Haechan tersenyum manis menguatkan Mark yang sedang dititik terendah.
Karena rumah tangga mereka tengah diterpa dengan masalah ekonomi yang sulit. Mereka harus saling menguatkan satu sama lain.
•••
"Masshh!" Mark berlari menuju kamar, Haechan memekik kesakitan karena mungkin kontraksinya mulai terasa.
Mark meninggalkan bathub yang tengah diisi oleh air hangat. Karena rencananya Haechan akan berendam sebelum akhirnya melakukan proses persalinan.
Namun, takdir berkata lain si bayi ternyata ingin lebih dulu dikeluarkan sebelum waktunya.
"Kenapa?" Mark datang tepat waktu sebelum Haechan jatuh terduduk karena tak kuat menahan sakit.
Ketubannya sudah mengalir keluar, mereka hanya akan menunggu waktu agar pembukaan itu cepat terbuka.
"Sakitt Mas.. Aku gak kuatt" Keluh Haechan. Mark berusaha menggotong tubuh Haechan naik keatas ranjang, setelah berbaring menyamping Haechan meringkuk menahan sakit. Mark menatap prihatin pada sang istri.
"Sayang, aku minta maaf.. Sakit ya? Dedek, jangan bikin bunda kesakitan yaa.. Kasian bunda, nak.. Sayang, tunggu disini ya. Aku mau liat air dulu" Haechan hanya bisa mengangguk lemah.
Setelah perut dan kepalanya dielus-elus Mark, pria itu pergi kembali ke kamar mandi.
Mark mematikan keran dan kembali ke kamar, rencananya mengajak Haechan langsung berendam air hangat agar rasa sakitnya tak begitu terasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
(Just) Endure and Hurt II ✓
FanfictionBOOK I >>> Just Torment and Leave BOOK II <<< [MARKHYUCK MPREG] : END. 🔞🔞🔞 ⚠⚠⚠ warn: bxb mpreg birth sex 18-21 oneshot-twoshot CHAPTER 51-100 -!! 💀Rank : #92 ― marklee (26/12/24) #142 ― leehaechan (08/02/2025) 📌 Jika tidak suka dengan ceri...
