76. Kolam renang

6.7K 63 0
                                        


⚠⚠⚠

Bonchap :D
___




Hari ini Haechan dan Mark hendak berlibur disebuah villa yang sengaja Mark pesan jauh dari penduduk dan keramaian kota.

Chenle, anak sulung mereka yang sudah menginjak usia 8 tahun dititipkan pada nenek dan kakeknya.

Mark dan Haechan bukan tanpa alasan pergi berdua saja tanpa membawa Chenle untuk ikut bergabung. Namun, Haechan memiliki keinginan untuk melahirkan di kolam renang sebuah villa bersama sang suami.

Setelah adik Chenle lahir nanti, Mark akan menguras air kolam itu dan menggantinya dengan air yang bersih.

Chenle juga awalnya memaksa ingin ikut, tetapi atas bujukan Jeno sebagai pamannya menjadikan Chenle tak jadi memaksa Mark dan Haechan untuk mengajaknya.

"Chenle, sama om aunty aja ya? Dad sama Mom gak lama kok perginya. Ya? Nanti om ajak jalan-jalan, oke?" Chenle mengangguk senang. Mark dan Haechan berterimakasih pada Jeno dan Jaemin yang akan menjaga sementara anak sulung mereka.

"Santai aja, bang. Itung-itung persiapan sebelum Jaemin hamil. Gue pengen banget punya anak kek lo. Mana sekarang udah mau dua lagi. Gue sama Nana aja satupun juga belum" Mark memeluk sang adik menyemangatinya.

"Habis gue sama Haechan pulang bawa adeknya Chenle, gak lama lo pasti dapet kabar Jaemin hamil. Gue yakin" Jeno mengangguk dan berterimakasih.

"Chenle, sini.." Panggil sang ibu. Chenle pun menghampiri Haechan.

"Nurut sama aunty Nana sama om Jeno ya? Mommy sama Daddy gak akan lama perginya. Ya? Jangan lupa kalo Opa Jaeh sama Oma Yongie jemput, kamu harus ikut. Biar gak ngerepotin om Jeno sama aunty Nana. Ngerti, sayang?" Chenle mengangguk mengerti. Intinya dia tak boleh merepotkan dan menurut apa kata mereka. Ia tahu.

"Gapapa, Chan. Gak akan ngerepotin, Chenle anak baik" Jaemin mengusak rambut Chenle. Haechan hanya tersenyum. Mengelus perutnya yang besar, membawa Chenle untuk mengikuti apa yang dilakukannya.

"Kak, coba elus-elus perut mommy.. Adek bayi katanya kangen kakaknya" Chenle dengan antusias mengelus-elus perut sang ibu dengan kasih sayang.

"Kakak juga kangen, dekk" Ucapnya. Semua orang dewasa pun tertawa mendengarnya.

•••

Semalam Mark habis menggempur semalaman tanpa ampun kepada Haechan. Hingga sang empunya melenguh panjang dan memekik kencang.

"Ouhh mass.. Udahh" Haechan terguncang-guncang karena Mark terus memaju-mundurkan pinggulnya tanpa ampun.

"Sebentar lagi ya, tanggung.. Aku udah diujung, sayang" Haechan memejamkan matanya. Berharap bayi didalam perutnya baik-baik saja mendapat kunjungan sang calon ayahnya.

2 jam sudah terlewati dengan penuh pernyatuan panas juga panjang dan berkeringat. Mark terengah-engah karena dengan seluruh tenaganya ia kerahkan untuk memasuki lubang sang istri.

•••

Pukul 08.35, Haechan tak nafsu untuk sekedar sarapan. Bahkan Mark sudah memaksanya. Tetapi tetap saja Haechan keras kepala menolak.

(Just) Endure and Hurt II ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang