82. Gerbang Tol

4.8K 35 1
                                        



⚠⚠⚠



Mark memiliki kekasih bernama Haechan. Keduanya sudah 3 tahun bersama. Di tahun ke 3 hubungan mereka, Haechan meminta Mark untuk melakukan making love dengannya.


•••


Mark dan Haechan sedang berkumpul dengan teman-teman mereka. Di beberapa kesempatan tangan Haechan berulang kali menyentuh kejantanan milik Mark dari balik celana. Tak ada yang menyadarinya. Namun, Mark bingung dengan sikap 'nakal' sang kekasih.

"Babe.." Haechan mempoutkan bibirnya, Mark yang pada dasarnya sudah terpancing memutuskan untuk pulang lebih dulu. Ia akan membalas Haechan lebih dari ini.

"Lain kali bakal lebih lama, Jen. Udah ya semuanya, gue pulang dulu" Pamit Mark. Semua temannya melambaikan tangan. Mempersilahkan Mark dan Haechan pulang lebih dulu.

"Kamu kenapa? Kamu habis minum?" Tanya Mark menoleh melihat Haechan-nya yang berada di kursi penumpang disampingnya. Haechan hanya menggelengkan kepalanya.

"Gak tau.." Lirih Haechan pelan.

"Ngomong yang jelas. Kamu kenapa? Aku sampe keras kayak gini, babe.." Haechan mendongakkan kepalanya melihat sekilas mata Mark yang menatapnya menuntut penjelasan.

"Aku kepengen.." Jawab Haechan pelan. Mark menghela nafasnya berat.

"Pengen apa? Yang jelas, Haechan" Haechan mengumpulkan keberaniannya untuk mengucapkan sebuah kalimat berisi 'ajakan'.

(Ulangan bahasa Indonesia dulu gak sie)

"Aku pengen making love sama kamu, Mel.." Mark termangu. Apa katanya tadi? Haechan menutup wajahnya karena malu.

"Babe, aku kan udah bilang.." Ujar Mark memberi pengertian kepada Haechan. Namun, pemuda manis itu memotong ucapan Mark.

"Tau, aku tau. Tapi aku pengen, sekali aja. Please, udahnya kita nunggu pernikahan kita.." Tanpa aba-aba Mark langsung mencium bibir Haechan dan melumatnya dengan nafsu.

"Hmmhh.." Haechan mengikuti permainan Mark. Dengan cepat Mark mengikat kedua tangan Haechan pada kepala kursi. Tanpa sepengetahuan Haechan, apa yang akan Mark lakukan padanya.

"Mel?" Haechan kebingungan, Mark tiba-tiba menjauh darinya setelah mengikat kedua tangannya dan melepas ciuman panas itu. Tanpa berkata apapun, Mark langsung tancap gas menuju tempat sepi.


"Mel?!" Pekik Haechan panik. Mark turun dari mobil dan membuka pintu kursi Haechan. Menurunkan pemuda manis itu dan membawanya kebagian depan mobil. Menyuruhnya berbaring diatas kap mesin.

"Diam, ini yang kamu pengen kan?" Ujar Mark datar. Haechan kembali menutup mulutnya. Dirinya memang menginginkannya, namun bukan cara yang kasar seperti ini.

"Menungging, Haechan" Haechan berbaring diatas kap mesin dengan kaki yang menahan tubuhnya. Jadi tak semua badannya naik.

Mark mulai membuka celana sang kekasih dan membuangnya sembarangan. Haechan panik, tentu saja.

(Just) Endure and Hurt II ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang