4

76.9K 5.9K 104
                                        

Hari ini seperti biasa, seperti hari-hari sebelumnya, Cairo bangun sendirian di kamarnya.

Beberapa saat yang lalu, Anna datang membangunkannya. Anna adalah wanita paruh baya seusia neneknya, dia adalah pengasuhnya selama ini, dia yang selalu mengurus segala keperluan Cairo sedari bayi.

Cairo turun dari kamarnya di temani oleh Anna setelah selesai bersiap-siap. Di meja makan sudah ada sang ayah yang tengah menyantap sarapan dengan khidmad tanpa memperdulikan kehadiran Cairo. Karena dia sudah terbiasa dengan suasana seperti ini, tanpa ambil pusing dia langsung mendudukkan dirinya di ujung meja yang lain, enggan berdekatan dengan Theo.

15 menit berlalu begitu saja, tanpa adanya komunikasi ataupun lirikan.

Theo dan Cairo berpisah di teras, Theo yang langsung menuju mobil pribadinya, dan Cairo yang langsung menuju mobil yang satunya.

Mobil itu berpisah di depan gerbang, berbelok ke arah berlawanan. Semua terjadi begitu cepat tanpa ada perasaan yang ikut campur mengisi sekeliling mansion mewah itu.

Di dalam mobil, Cairo hanya diam sembari mewarnai buku gambarnya. Menggores kertas putih itu dengan berbagai imajinasi yang sedang menghiasi pikirannya. Begitulah cara Cairo menghabiskan sebagian besar waktunya, menggambar atau bermain dengan mainannya yang tidak terhitung jumlahnya.

"Kita sampai tuan muda." Hingga suara Hengky menjadi tenggat waktunya di dalam kesendirian ini. Sisanya dia akan habiskan di sebuah lingkungan yang justru menjadi pembuangan waktu paling sia-sianya di dunia ini. Berteman? Dia bahkan tidak tau bagaimana keluarga itu terjalin, apalagi berteman.

Cairo berjalan memasuki area sekolah dengan santai, tanpa adanya emosi berarti yang tercetak pada wajah lugunya.

~

Azlyn sedang merakit beberapa bunga pagi ini untuk dia pajang di depan dan dalam toko. Dia datang lebih pagi dari biasanya karena hari ini Sarah izin untuk datang terlambat karena sudah masuk musim ujian. Jadwalnya tidak menentu memang, dia bisa saja menyempatkan diri untuk membantu Azlyn, namun Azlyn melarangnya dan menyuruhnya untuk fokus ujian selama 2 minggu ini.

Hal ini juga yang membuat Azlyn menempelkan sebuah kertas HVS berukuran A4 di kaca toko yang bertuliskan 'Wanted, Full Time Job for Female'. Iya, dia akan mencari pegawai full time kali ini, mengingat pesanan bunga untuk hari Valentine sangat lah banyak dan Sarah hanyalah seorang mahasiswi pegawai part time yang sebentar lagi menginjak semester akhir, membuatnya memutuskan untuk mencari asisten tetap.

Kring!

Bunyi bel pintu yang dipasang berbunyi, bertujuan menjadi penanda bagi yang sedang berjaga di belakang kasir untuk mengetahui kedatangan seseorang.

"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" Sapanya ramah. Sebuah kalimat template yang selalu di ulang-ulang setiap harinya. Mengucapkan kalimat yang sama selama 6 hari ini sudah membuatnya jengah, apalagi mereka yang harus bekerja dengan shift yang lebih lama dengannya selama ini? Dia tidak bisa membayangkan, dan jujur saja, dia ingin sesuatu yang lebih menantang. Dia rindu dengan tumpukan kertas dan pensil di segala penjuru ruangannya.

"Aku ingin mencari bunga untuk seorang wanita." Ucap seorang pria yang kehadiran seperti guest star sebuah acara yang tersorot lampu spotlight. Hawanya berubah mendayu, serta percikan kelap kelip khas pembawaan pemeran utama pria mulai terlihat.

 Hawanya berubah mendayu, serta percikan kelap kelip khas pembawaan pemeran utama pria mulai terlihat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Who Am I?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang