Beberapa saat sebelum Cairo tiba.
Greg terlihat khawatir karena tanda-tanda datangnya paket pesanannya belum juga datang, apa mereka semua gagal? Sejauh ini belum ada laporan tentang datangnya sesosok yang menjadi alasan mengapa ia menggunakan Cairo untuk memancing dua merpati itu.
Informasi terakhir yang ia dapat hanyalah kehadiran Azlyn yang menyusul mereka, dan setelah itu tidak ada kabar apapun. Apa wanita itu mati? Iya, mungkin begitu. Apa yang bisa Azlyn lakukan dengan dua orang pria bersenjata? Melawan dirinya dengan tangan kosong saja tidak bisa.
Tapi, mengapa tidak ada informasi apapun lagi dari dua orang itu? Apa mereka mati bersama? How? Ck! Semuanya terasa terlalu mudah. Mulusnya perjalanan justru membuatnya semakin curiga.
Hingga jawaban dari segala spekulasinya mulai memasuki titik terang.
Greg merasakan getaran panggilan ponselnya yang bertuliskan nama Loight di sana.
"Talk to me."
"He's here, sir! Plan B! Plan B!"
Bingo!
Greg tersenyum miring sekilas, pria itu benar-benar memiliki umur yang panjang, tetapi 30 menit lagi bukanlah waktu yang lama, kan?
Greg segera berlari ke arah belakang, di mana area itu sudah berdiri satu helicopter yang akan mereka gunakan untuk membawa Cairo dan Barbara pergi.
Seperti itulah yang Barbara rencanakan dengan Greg, akan tetapi, bagaimana dengan Greg sendiri? Apa rencananya? Atau lebih tepatnya, apa yang sudah ia tetapkan jauh sebelum Barbara memberinya perintah?
Rencana Barbara adalah merebut Cairo dengan menggunakan bantuan orang-orang bayaran yang pernah bekerja sama dengannya beberapa kali. Dan jika Theo mengetahui hal ini, yang mana dia pasti akan mengetahuinya, maka ia akan berlagak seperti telah mengalami penculikan terlebih dulu dan mengambil hati Cairo dengan itu, membuat Theo dilema dengan keputusan apa yang akan ia pilih, karena Cairo pasti akan memintanya untuk menyelamatkan neneknya juga. Classic, but strong.
Tidak ada yang dapat melelehkan bongkahan es kecuali hangatnya matahari, bukan?
Cairo adalah batu yang ia gunakan untuk membunuh dua burung sekaligus, dan dia akan hidup bahagia bersama sang cucu.
Cairo tidak butuh orang tua bodoh seperti mereka, ia akan membesarkan Cairo menjadi pria yang tak akan pernah tunduk pada apapun dan siapapun, menciptakan jalan mulus untuk masa depannya.
Dan, bagaimana dengan Greg? Apa rencananya?
Rencananya sama, membuat skenario dimana Cairo memang mengalami penculikan yang akan otomatis membuat Theo pergi menyelamatkannya, sendirian. Mengapa? Karena Theo membenci polisi dan ia tidak percaya dengan siapapun sejak tragedi itu. Polisi adalah alasan utama ia gagal membuat Greg meregang nyawa hari itu, yang membuat Theo kehilangan kesempatannya beberapa kali, yang membuat Theo tidak dapat melampiaskan amarahnya dengan sesuka hati. Karena itulah baginya polisi sangat tidak berguna, karena penjara bukanlah pembalasan karma.
Oleh sebab itu, karena Theo sendiri yang akan hadir menyelamatkan putranya yang sedang diculik, maka 'kematian' yang mengenaskan akan terdengar wajar di pandangan publik. Theo memiliki banyak musuh, mungkin tidak secara terang-terangan kebencian serta ketidakselarasan itu ditunjukan, namun, selayaknya udara yang tidak terlihat, semua hanya bisa dirasakan oleh diri mereka sendiri.
Dan jika Theo mati, maka akan mudah mendekati wanita itu sehingga Barbara pun dapat melenyapkannya dengan mudah. Ia tidak perlu lagi mengotori tangannya dengan menyingkirkan seseorang yang menjadi penyebab wanitanya bersedih, dia akan menyerahkan tanggung jawab itu pada Barbara. Adil, bukan? Walaupun yang menjadi pembeda rencana mereka adalah pada akhirnya Barbara pun akan ikut menyusul anak cucunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who Am I?
RomansaLily, itu nama akrabnya. Lily Orelia Kenzie adalah seorang fashion designer muda yang sukses di negaranya. Hasil karyanya bahkan sudah menjadi langganan para kalangan atas. Dia juga pernah menerima tawaran menjadi salah satu designer yang mewakili n...
