Lily, itu nama akrabnya. Lily Orelia Kenzie adalah seorang fashion designer muda yang sukses di negaranya. Hasil karyanya bahkan sudah menjadi langganan para kalangan atas. Dia juga pernah menerima tawaran menjadi salah satu designer yang mewakili n...
Take terasa, hari ini adalah acara dimana akan banyak orang-orang penting di dunia bisnis berkumpul di satu tempat.
Beberapa hotel bintang 5 sudah terisi penuh oleh tamu-tamu undangan luar kota pun luar negeri. Ottawa seketika menjadi kota yang paling disoroti oleh media dalam satu malam, terlihat dari beberapa jalan protokol yang mengalami kemacetan. Tak jarang juga langit malam dihiasi oleh beberapa helicopter pribadi para pembisnis yang tak ingin melewati waktu mereka di jalan raya.
Semua itu terlihat jelas dari jendela besar yang menampilkan pemandangan malam kota Ottawa di apartemen Azlyn. Bagaimana acara satu malam ini menciptakan keamanan yang ketatnya setara acara kepresidenan, namun kali ini, semua keamanan itu muncul dari dana pribadi para konglomerat dunia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hal itu justru menambah suasana buruk dalam hatinya selama dua hari ini.
Lusa kemarin, ia baru saja mengetahui kebenaran akan siapa pria asing yang tinggal di rumah tokonya selama 2 hari. Pria brengsek yang menelantarkan anaknya dalam novel Maya is Mine itu ternyata adalah pria yang ia rawat selama 2 hari ini dengan sepenuh hati. Jika tau dia adalah orangnya, mungkin sudah Azlyn racuni pastanya. Tidak hanya karena telah merawat seorang brengsek, dia juga kesal karena tidak mengingat nama pria itu, padahal sang tersangka sudah memperkenalkan dirinya sendiri sejak awal.
Azlyn yang bodoh!
Dan ditambah lagi ia sedang kesal dengan sang kakak. Entah apa yang membuat wanita itu mendatanginya dan dengan tiba-tiba mengurungnya di dalam apartemennya sendiri, pergi tanpa meninggalkan penjelasan apapun kecuali sebuah pernyataan yang berbunyi "Kamu akan ikut dengan kami pulang ke Tokyo setelah pesta selesai, kamu akan tinggal disana dengan pengawasan ketat, titik!". Bahkan Azlyn belum sempat membuka mulut saking terkejutnya.
Ini pertama kalinya ia melihat Emily sangat marah, entah karena apa. Apa karena dia ketahuan tinggal di rumah toko lagi? Atau, dia tau ada pria asing yang menemaninya disana selama 2 hari ini? Siapa yang mengadu? Sialan! Gerutunya.
Dua hari ia disini, ia tidak dapat menghubungi siapapun, bahkan Cairo. Ia merindukan Cairo.
Ck! Menyebalkan!
Dia tidak suka diperlakukan seperti ini. Perasaan bebas yang ia rasakan saat menjadi Lily kian membuncah, berteriak ingin keluar dan ingin segera mendobrak pintu apartemen itu hingga rusak. Namun, bagaimana caranya? Ia tidak akan bertindak bodoh dengan melukai dirinya sendiri.
Apa yang harus dia lakukan? Dia memang tidak memiliki tujuan yang pasti mengapa ingin kabur, namun dia tidak suka dengan kesan dari situasi yang saat ini ia alami, yaitu dikurung. Dia benci itu.
Siapa yang harus dia mintai tolong? Sementara tak ada yang tau dia disini kecuali Emily dan kakak iparnya.
Jika seperti ini, tidakkah Emily semakin menunjukkan bahwa ada sesuatu yang ia sembunyikan?
Ting! Dong!
Perhatian Azlyn teralihkan.
Aneh, semua petugas di apartemen ini tau bahwa Azlyn sedang terkurung di dalam. Jika mereka adalah petugas, mereka akan menelpon untuk mengabarinya apapun. Layanan pesan antar? Tidak mungkin juga, karena langkah mereka hanya akan sampai di depan resepsionis, setelahnya, para petugas yang akan mengantar makanan pesanan ke unit pemesan, dan Azlyn tidak memesan apapun.