Holla, ada yang masih menunggu cerita ini update? Boleh absen dong yang kangen cerita ini?
Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin ya.
Mohon maaf baru update lagi, baru balik dari kampung hari senin. Dan kejebak macet di tol kali kangkung sama palimanan.
23 jam perjalanan cuy, rontok badan saya.
***
"Loh, Laras?"
Laras tidak pernah menyangka sebelumnya, bila di rumah sakit besar dan terbilang mahal di Jakarta ini. Ia akan bertemu kenalan lama.
"Dokter Askar?"
Ya, pria dengan jas putihnya dan seorang dokter ahli ortopedi terbaik di rumah sakit ini ternyata adalah Dokter Askar. Seorang dokter ortopedi yang pernah bertugas di rumah sakit di Malang. Tempat dinas Laras sebagai perawat.
Dokter ahli ortopedi ini juga yang akan melanjutkan perawatan Dewa di sini.
"Apa kabar, Ras? Kamu masih dinas di Malang? Bagaimana kabar rekan-rekan sejawat di sana? Dokter Romli masih dinas di sana? Gimana kabar dokter Krisna? Dan ..."
"Ya, ampun dok. Pertanyaan yang mana dulu yang harus saya jawab?" Laras tertawa kecil mendengar pertanyaan beruntun dokter Askar. Meski sudah tiga tahun lebih tidak lagi berdinas di rumah sakit di Malang, tapi rupanya dokter Askar belum melupakan rekan-rekan sejawatnya di sana.
"Oh, maaf. Saya terlalu senang bisa bertemu teman sejawat dari Malang. Emm ... kamu masih dinas di Malang atau ..."
"Masih, dok. Saya di Jakarta karena ada kontrak kerja sementara dengan Pak Dewa. Pasien dokter tadi," ucap Laras menjelaskan. Saat ini Dewa sedang melakukan rontgen pada cidera tulang kaki kanannya, hingga ia memiliki waktu luang untuk berbincang dengan dokter Askar.
Laras datang ke rumah sakit ini bersama asisten pribadi Dewa dan supir Dewa yang sepertinya merangkap pengawalnya. Sebenarnya kedua orang itu yang sibuk ke sana ke mari, sedangkan fungsi Laras hanya menemani Dewa saja.
"Kontrak kerja sementara? Apa pihak rumah sakit di sana mengizinkan pegawainya untuk terikat kontrak dengan orang lain? Kok saya baru tahu ya?"
"Apa yang tidak bisa dilakukan orang kaya dan berkuasa seperti mereka, dok?" Laras tersenyum sumir. "Ini juga atas perintah direktur rumah sakit. Saya tidak bisa menolak."
"Yah ... benar juga ya. Kalau sudah berurusan dengan orang-orang berkuasa seperti mereka. Saya juga tidak menyangka, konglomerat sekaliber Pak Dewa akan memilih saya sebagai dokter pribadinya untuk penanganan lanjutan cidera kaki kanannya pasca operasi."
"Dokter sudah melihat rekam medisnya kan? Bagaimana menurut dokter kondisi Pak Dewa?"
"Beliau sudah ditangani dengan baik. Tapi kita bakal tahu progresnya setelah hasil rontgen sudah saya terima, untuk memastikan tidak ada yang salah dengan kondisinya. Tapi saya yakin, dengan perawat sebaik kamu. Pemulihan beliau pasti tidak sulit dan cepat. Setelah cederanya pulih, mungkin Pak Dewa masih harus melakukan fisioterapi untuk memastikan kondisi kakinya bisa kembali seperti semula." Dokter Askar menerangkan. "Setelah kontrak kerjamu selesai, apa kamu akan kembali ke Malang, Ras?"
"Saya belum tahu, dok."
"Ada rencana untuk pindah dinas di Jakarta?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Lembayung di ujung Senja
RomanceBagi Dewa Putra Bramasta, Larasati adalah serangga pengganggu. Kehadiran gadis itu sama buruknya dengan ibunya yang tanpa malu merayu kakeknya demi harta. Karena itu ia melakukan berbagai cara untuk membuat gadis itu menderita. Membully, melecehkan...
