Lagi- lagi DM

7.7K 221 36
                                        

Saya menerima DM pribadi lagi yang mengkritik novel ini tidak secara terperinci menggambarkan trauma Laras sebagai korban perkosaan dan pelecehan seksual.

Hei,guys ... apa penjelasan dalam narasi dan percakapan yang saya buat di novel ini tidak cukup untuk menceritakan bila Laras juga harus pergi ke psikiater untuk mengobati traumanya? Apa saya masih harus membuat bab-bab khusus untuk menceritakan trauma Laras dan sesi pengobatannya dengan psikiater?

Jika itu saya lakukan, berapa panjang novel saya ini nantinya? Karena ini bukan novel cetak, tapi novel online. Bila novel ini saya terbitkan, saya mungkin akan membuat versi panjang yang terperinci menceritakan perjuangan Laras dalam penyembuhan traumanya dan adegan dia melahirkan tanpa suami.

Tapi sekali lagi, ini novel online. Dan ada keterbatasan memory ponsel bila saya membuat bab yang sangat panjaanggg ... sampai ribuan bab. Sedangkan saya masih banyak novel yang masih on going.

Jadi tolong pengertiannya bila saya tidak terperinci menggambarkan trauma Laras itu tapi hanya terselip dalam narasi. Apa itu menghilangkan feel- nya kah?

Dengan sangat menyesal saya umumkan, saya publish cerita ini setelah lebaran saja ya. Yah ... daripada saya darah tinggi dan marah gak jelas dengan DM-DM yang masuk, karena mereka kurang teliti membacanya. Jadi maafkan saya kalau mengambil keputusan ini ya manteman.

Bertemu lagi setelah lebaran ya, bab-bab selanjutnya saya simpan di draft saja dulu. Saya mau beribadah puasa dengan tenang tanpa diganggu emosi yang tidak jelas.

Terima kasih untuk semua dukungan dan pengertian kalian. ( Eykabinaya )

Lembayung di ujung SenjaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang