** update setiap senin dan jum'at. Kalau gak update, yah maklum aja ya. Hp sering rebutan sama bocil soalnya 🤣🤣🤣. Jadi emaknya harus ngalah.
** Kalo novel saya ada adegan 21+ nya harap maklum ya, soalnya yang nulis udah emak2. Tapi saya bikin gak terlalu vulgarlah ya. Nanti jatuhnya malah clinge lagi. Enjoy 🥳🥳🥳.
*****
Larasati membeliak, tidak menyangka Dewa bakal semesum itu. Ia reflek mundur ke belakang dan nyaris terjerembat bila Dewa tidak segera menangkap lengannya.
"Ngapain kamu bertingkah kayak anak perawan? Ini wajar untuk pria normal sepertiku. Kamu menyentuhnya, jadi 'dia' bangun." Dewa setengah cemberut menatap Laras yang wajahnya merah padam. Entah marah, entah karena malu. Tapi sepertinya lebih dominan marahnya.
"Siapa yang menyuruhku membantumu mandi? Sebenarnya kamu bisa kan mandi sendiri? Kamu sengaja kan?" Tuduh Laras kesal. Dia sudah menaruh kursi di kamar mandi untuk Dewa duduk. Dan kakinya ditopangkan di kursi satu lagi hingga tidak perlu terkena air. Tapi sepertinya Dewa memang sengaja. Bukan Dewa namanya kalau tidak membuat Larasati susah!
Untung saja kamar mandinya besar, tipikal kamar mandi di desa. Jadi tidak terlalu sempit bila dua orang pun berdesakkan di dalamnya. Tapi siapa yang mau berduaan dengan iblis bernama Dewa di kamar mandi kalau tidak terpaksa? Lihat saja, belum apa-apa sudah mesum!
"Jangan sembarangan menuduh! Itu kan memang tugasmu sebagai perawatku." Dewa melepas helai pakaian terakhirnya. Sial, kejantanannya sudah mengeras dengan sempurna. Kenapa dia cepat sekali bergairah kalau di dekat Larasati? Mungkin cuma perempuan ini satu-satunya yang bisa membuat Dewa kehilangan kendali diri. Baru disentuh sedikit sudah terangsang!
Ia melirik Larasati yang menundukkan wajahnya, tidak berani melihat Dewa yang sudah telanjang bulat di depannya. Apalagi dengan ereksinya yang mengeras seperti itu! Sekilas tadi Laras sempat melihatnya dan baru sadar bila 'milik' Dewa cukup besar dan panjang untuk ukuran orang Indonesia. Sial, apa dia pergi ke mak Erot hingga ukurannya bisa sebesar dan sepanjang itu?
Dewa bajingan, ngapain sih dia pakai minta bantuannya untuk mandi segala? Hingga Laras harus melihat apa yang seharusnya tidak dilihat! Diam-diam Laras mengutuk dalam hati.
"Kamu mau bantu?" Tiba-tiba Dewa bertanya yang membuat Larasati mendongak bingung. Tapi sedetik kemudian dia sangat menyesal kenapa harus mengangkat wajahnya dan bertemu tatapan dan seringai Dewa yang nakal dan mesum.
"Bantu dengan tanganmu atau ... dengan mulutmu?"
Sedetik kemudian pintu kamar mandi dibuka dan ditutup dengan keras oleh Larasati, yang keluar dari kamar mandi dengan wajah merah padam. Diiringi tawa terbahak Dewa yang begitu keras!
Mungkin Larasati harus mempertimbangkan untuk mencampur makanan atau minuman Dewa dengan arsenik atau sianida. Agar pria itu berhenti melecehkannya!
Namun begitu keluar dari kamar mandi, Larasati tambah terkejut melihat Arfa sudah berdiri di depannya. Menatap Laras bingung.
"Mbak Laras? Ada apa?"
Oh, adakah hal yang lebih sial yang akan dialami Larasati setelah ini?
*****
Sekarang ketiganya; Dewa, Laras dan Arfa sedang duduk di meja makan di dapur. Arfa ternyata datang untuk mengirim Laras makanan atas suruhan ibunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lembayung di ujung Senja
RomansaBagi Dewa Putra Bramasta, Larasati adalah serangga pengganggu. Kehadiran gadis itu sama buruknya dengan ibunya yang tanpa malu merayu kakeknya demi harta. Karena itu ia melakukan berbagai cara untuk membuat gadis itu menderita. Membully, melecehkan...
