masih bagi rapot
Momo hari ini datang untuk menerima laporan nilai Jungmo. Nilai Jungmo sangat memuaskan baginya. Setelah tadi pak Josh bilang Jungmo mendapat peringkat ke lima, kini Momo sudah berhadapan dengan guru itu untuk membahas soal kemajuan Jungmo di sekolah.
"Jungmo di pelajaran saya cukup bisa mengikuti Bu, tapi dia ini kurang percaya diri dan kalau ada kuis rebutan Jungmo jarang mau jawab. Harus ditunjuk dulu baru dia mau," kata pak Josh.
"Saya ini udah sering bilang ke anak saya supaya lebih berani, tapi dari kecil udah kayak gitu. Dia ini selalu takut salah, makanya sebenernya saya masukin ke tempat les itu bukan supaya dia pinter tapi supaya dia lebih banyak bergaul di luar rumah. Ternyata sama Pak dari dulu juga begitu."
"Mungkin harus sering diajak diskusi juga Bu sama orang dekatnya terutama orang tua supaya dia jadi banyak bicara juga dan menambah rasa percaya dirinya."
"Iya Pak saya coba lagi buat ngobrol lebih banyak sama Jungmo di rumah."
"Ini raport punya Jungmo yah Bu, nilai-nilainya sedikit meningkat dari semester pertamanya."
"Alhamdulillah kalo gitu, yang penting gak stuck atau turun. Saya dulu bego Pak, ketolong gen suami saya aja makanya anak saya bisa pinter, ehehehe," kata Momo.
"Eh? Ehehe gitu Bu?"
"Kalo gitu ini udah kan Pak? Saya bisa pulang nih?"
"Oh iya Bu silahkan."
"Makasih yah Pak."
"Sama-sama Bu."
Giliran Sana yang harus menghadap pak Josh untuk menerima rapot milik Chaewon putrinya. Wajah sumringah Sana benar-benar seolah menjadi kepribadian terbalik dari Chaewon menurut pak Josh. Lantaran pak Josh selalu menjumpai Chaewon dengan muka masam atau galak juga kadang-kadang.
"Selamat yah Bu, Chaewon dapat peringkat ke empat. Kayaknya satu circle temennya Soobin emang pinter-pinter yah," ucap pak Josh.
"Oh jelas itu mah Pak. Soalnya Soobin banyak ngebantu juga, mereka rajin Pak belajar kelompoknya," tutur Sana.
"Tapi yah Bu, saya sering lihat Chaewon muram. Terus agak sensitif ke temen-temennya, apa di rumah Chaewon ada masalah Bu?"
"Chaewon pernah buat masalah Pak di sekolah? Atau gangguin temen-temennya?"
Pak Josh segera menyangkal hal itu, "bukan begitu Bu. Tapi Chaewon tuh suka marah-marah padahal temennya niat bercanda sama dia."
"Mohon maaf yah Pak, itu emang setelannya Chaewon. Dia soalnya dididik keras sama kakeknya dulu jadi kalo merasa dia diganggu langsung digalakin orangnya sama dia. Di rumah nggak ada masalah kok, dia main sama temen-temennya di rumah juga biasa aja. Kalo udah kenal Chaewon gak bakalan nganggep dia galak, emang dia suka kayak gitu. Nanti anaknya saya bilangin lagi supaya gak galak-galak ke temen-temennya yang lain," kata Sana.
"Baik Bu kalau begitu. Selama ini sih memang nggak ada keluhan soal perilakunya Chaewon, tapi ya takutnya ada anak yang tersinggung atau bagaimana kita kan nggak tau dampaknya ke Chaewon juga. Begitu saja Bu dari saya, maaf kalau kata-kata saya kurang berkenan yah," kata pak Josh.
"Iya nggak papa Pak. Saya juga lebih seneng kalau ada yang perhatiin Chaewon. Makasih yah Pak."
"Iya Ibu sama-sama."
Selesai dengan urusannya, Sana bergabung dengan Momo di luar kelas dan mengobrol dengan anak-anak lain. Kini Jeongyeon lah yang mendapat giliran maju ke depan.
"Bu ini saya singkat aja soal Soobin, udah dia mah bisa apa aja. Kalo saya males ngajar juga dia yang bantu gantiin saya di kelas. Saya malah makasih banget sama dia," terang pak Josh.
KAMU SEDANG MEMBACA
PANDORA
FanfictionCerita keseharian tentang pemukim umum. Beberapa tingkah dari mereka ada yang minim akhlak sampai ada juga yang akhlaknya eobseo. Wanna know it? Let's check this pandora! Bahasa : Formal/Non Formal Update : Jarang Universe : AU Gambar hanya sebagai...
