40

24 4 1
                                        

"Soobin makan Bin."

Jeongyeon sudah ke tiga kalinya memanggil Soobin untuk keluar kamar. Sudah dari pagi anak itu masih mengurung diri di kamarnya. Nenek-kakeknya saja sampai kebingungan kenapa cucunya yang tadi pagi baik-baik saja mendadak ngambek saat mereka pulang dari pasar.

"Bin ayo Bin keluar, Nenek udah masakin Soobin," bujuk nyonya Yoo.

"Nanti aja Nek makannya," sahut Soobin dari dalam kamarnya.

"Kenapa? Kamu abis dimarahin ibu kamu yah Bin? Diapain sama dia tadi pagi?" tanya nyonya Yoo.

"Ih gak ada aku marahin anak aku," protes Jeongyeon.

"Terus kenapa anaknya ngambek? Jangan galak-galak sama anak sendiri kamu tuh."

"Nek, Soobin mau makan tapi bawain ke kamar yah," kata Soobin yang masih di dalam kamarnya.

"Iya, iya Bin nanti diambilin." Nyonya Yoo lantas menyuruh putrinya menyiapkan nasi untuk cucunya itu.

Namjoon juga ke kamar Soobin, berniat untuk membujuk Soobin keluar kamarnya.

"Kenapa Joon sama Soobin? Abis dimarahin?" tanya nyonya Yoo. Beliau bukan ingin menuduh, cuma ingin tahu alasan cucunya ngambek dan mencari tahu bagaimana cara menanganinya saja makanya nyonya Yoo berusaha mencari tahu penyebab Soobin ngambek.

"Enggak Mah, eum...ya sedikit lah," jawab Namjoon. Habis dia bingung ingin menjelaskannya seperti apa.

"Pantesan, orang dari pagi gak kenapa-napa kok."

Nyonya Yoo kembali mencoba mengetuk pintu kamar Soobin.

Datanglah Jeongyeon yang membawa nasi untuk makan siang Soobin. Lengkap dengan air minum dan vitamin yang tadi pagi belum sempat diminum.

"Buka pintunya Bin, Nenek mau masuk bawain nasinya," kata nyonya Yoo.

"Nenek aja yang masuk, Ibu sama Ayah jangan," balas Soobin dari dalam kamarnya.

"Dimarahin gimana sih sampe anaknya ngambek gitu? Kasian kan jadi gak mau makan," omel nyonya Yoo.

"Udah Mamah masuk dulu, suruh Soobin makan. Ini aku ambilnya banyakan jadi kalo dia ngga abisin tetep banyak yang dimakan," kata Jeongyeon dengan suara berbisik agar tak didengar Soobin.











●●●●●●●●●●●●●🐳

Meski tak setantrum kakaknya, Minju juga merasa moodnya tidak baik-baik saja. Namun dia masih mau dibujuk karena ada sebagian dirinya jika dia tak menuruti ibu ia akan lebih jadi anak tak tahu diri.

"Minju mau jus juga nggak? Kalo mau nanti Kakek bawain ke sana, atau mau buat nanti aja?" tawar tuan Yoo.

"Mau yah Ju, Yeonwoo udah buatin sama Kakek, Minju cobain yah," bujuk Yeonwoo.

"Nanti aja Woo, lagi ngga mau minum jus," kata Minju.

"Mau apa? Kita itu harus menghargai makanan kata ibu," omel Yeonwoo.

"Maksud Minju bb---"

"Gak ada maksud-maksud."

"Yeonwoo yang sabar, ngga papa kalo Minju mau minum nanti. Mungkin dia takut kekenyangan," lerai tuan Yoo.

Melihat Jeongyeon dan Namjoon yang selesai dari kamar Soobin, Minju pun mengadu pada mereka kalau habis dimarahi Yeonwoo.

"Bu, Minju dimarahin Yeonwoo," adu Minju.

"Kenapa?" tanya Jeongyeon.

"Minju mau minum jusnya nanti abis makan aja, tapi sama dia disuruh sekarang," jawab Minju.

PANDORATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang