Mina masih mengemas barang-barang bawaannya untuk bersiap pulang sebelum Mingyu menelfonnya. Wanita itu beralih dari koper ke ponsel pintar yang tergeletak di sisinya.
"Min, mampir ke rumah Bandung? Katanya lagi liburan."
"Iya ini masih ngemasin barang. Kenapa?"
"Gue kangen banget sama keponakan gue. Ntar gue susulin Min mumpung gue lagi libur juga."
"Iya-iya. Emang lu dimana sekarang?"
"Masih di jalan ini mau ke Bandung. Mau nitip nggak?"
"Enggak. Lu pulang tugas sama kapten Namjoon?"
"Enggak Min. Gimana dia? Lu tau kan kalo dia lagi berantem sama istrinya?"
"Berantem Gyu? Pantesan...."
"Eh gue keceplosan."
"Kenapa lagi kapten?"
"Si Ailee nyium kapten depan Jeongyeon sama anak-anaknya. Gue aja syok gimana Jeongyeon? Eeeh kan gue jadi ghibah."
"Kek yang gak biasanya. Parah banget sih kapten, pantes kak Jeongyeon langsung pulang ke Padang, tadinya Minju tuh mau ikut liburan ke Bandung tapi batal mendadak karena bilangnya mau ke Padang."
"KE PADANG, MIN?"
"Iya, mereka ke sana. Kapten nelfon gue nanyain kak Jeongyeon, pantesan dia gak dikasih tau ternyata lagi berantem."
"Minju ikut juga?"
"Eh iya yah, gimana yah keluarga mereka di Padang sama Minju."
"Kasian pada. Si Ailee banyak bet tingkahnya."
"Lagian kaptennya gimana sih kok mau-mau aja, mana diliat istrinya. Gue kalo jadi kak Jeongyeon juga minggat."
"Tau, gue juga dongkol bat. Tapi ini mah si Aileenya juga kegatelan, Min. Kapten sih udah lama gak pernah TP-TP lagi kalo gue perhatiin, tapi seonggok biduan maskapai itu gak tau kenapa bisa baper."
*TP = Tebar Pesona
"TP-TP bahasa lo. Semoga gak kenapa-napa yah mereka. Gue kasian kak Jeongyeonnya, baru lahiran udah kena masalah gituan. Nanti gue telfon deh kak Jeongyeon."
"Yaudah Min gue tutup telfonnya dulu. Gue mau lanjut jalan lagi."
"Iya, hati-hati yah."
●●●●●●●●●●●●●🐳
"Ayah di lobi bawah Bin. Kamu di kamar mana?"
"Soobin susulin bentar Yah. Bentar lagi nyampe di lobi bawah."
"Oke."
Rupanya Soobin turun bersama sang ibu ke lobi hotel. Setelah tadi ia bilang kalau sang ayah menyusul terbang ke Padang dan sudah tiba di hotel, Soobin bilang ke ibunya kalau ia mau menjemput ayahnya di bawah. Jeongyeon sengaja ikut agar anaknya tak terlalu curiga jika dia dan Namjoon sedang bertengkar.
Garis lelah Namjoon yang tercetak jelas di wajahnya membuat Soobin merasa kasihan. Walau bagaimanapun juga ia tahu kalau ayahnya baru pulang bekerja dan harus menjemput keluarganya ke tempat jauh, dan itu pasti sangat melelahkan. Rasa inisiatifnya membuat ia mengambil koper yang sedari tadi digenggam ayahnya.
"Ayo Yah," ajak Soobin. Ia berjalan lebih dulu, ibu dan ayah melangkah di belakangnya.
"Kamu baik-baik aja?" tanya Namjoon.
"Baik."
"Anak-anak baik juga?"
"Baik."
Namjoon meraih tangan istrinya untuk ia genggam. Deru di dadanya yang sedari tadi bergemuruh, sedikit mereda tatkala Jeongyeon tak menolak ajakannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PANDORA
FanficCerita keseharian tentang pemukim umum. Beberapa tingkah dari mereka ada yang minim akhlak sampai ada juga yang akhlaknya eobseo. Wanna know it? Let's check this pandora! Bahasa : Formal/Non Formal Update : Jarang Universe : AU Gambar hanya sebagai...
