32

29 6 12
                                        

get ready

Malam ini Sunwoo dan Yejin sibuk menyiapkan perlengkapan untuk besok mereka pergi glamping. Meski bunda Nayeon sempat merasa sedih karena bakalan ngerasa kesepian dalam beberapa hari, tapi akhirnya dia merestui Sunwoo dan Yejin pergi karena Nayeon sudah berjanji akan menuruti semua kemauan Sunwoo setelah tahu Sunwoo dapat peringkat.

"Yeojin mau ikut Kakak....nanti Yeojin janji deh gak ngerepotin Kakak sama Uno," rengek Yeojin pada Yejin yang tengah sibuk berkemas.

"Ih gak ada, lagian kamu gak punya tiket kereta. Kita udah pesen dari kemaren-kemaren. Emang mau kamu naik di atap kereta?" kata Yejin.

"Yaudah ngga papa yang penting Yeojin ikut...."

"Gak boleh Yeojin, ini tuh acara anak gede. Anak kecil di rumah aja."

"Kak Yejin pelit! Aku aduin ke ayah kalo gitu!"

Gadis kecil itu berlari keluar dari kamar kakaknya untuk mencari keberadaan sang ayah. Begitu melihat keneradaan sang ayah, Yeojin langsung mengadu kalau dia mau ikut Yejin tapi tidak dibolehkan.

"Kak Yejin pelit! Aku mau ikut kemah-kemahan tapi dia gak ngebolehin, Yah," adu Yeojin.

"Itu memang buat anak gede kayak kakak, Yeojin. Yeojin maen kemah-kemahan sama Yeonwoo sama Naeun aja di depan nanti Ayah bikinin tendanya. Lagian di sana dingin, Ayah sama bunda juga gak ikut nanti kalo Yeojin butuh apa-apa gimana? Kak Sunwoo sama kak Yejin kan bingung," kata Seokjin.

"Hng...Yeojin kan udah gede juga Ayah. Kok nggak boleh ikut sih?"

"Iya udah gede. Tapi Yeojin sama kakak-kakak kan lebih gedean kakak, lagian kemah di rumah lebih enak tau. Yeojin bisa dimasakin Ayah, kalo ikut kak Sunwoo sama kak Yejin nanti Yeojin masak sendiri. Yeojin kan tau kakak-kakak gak ada yang bisa masak, kalo di sana Yeojin kelaperan mau makan apa?"

Yeojin tak menjawab, dia cuma memeluk pinggang Seokjin untuk merajuk.

"Nanti kalo udah lebih besar, Ayah janji deh bolehin Yeojin kemah di luar juga," kata Seokjin.

Seketika Yeojin bersemangat setelah mendengar ucapan sang ayah.

"Bener Ayah? Ayah janji yah?" Seokjin mengangguk, tertawa kecil melihat ekspresi antusias Yeojin.





●●●●●●●●●●●●●🐳

"Aku pulang dua hari lagi, aku bakal jelasin semuanya ke kamu. Itu tuh salah paham aja."

"Hm."

Sudah lewat dua hari Jeongyeon masih belum dapat memaafkan Namjoon. Meski terlihat biasa saja di depan orang, namun sebetulnya Jeongyeon menyimpan luka batin yang terlalu dalam. Sepanjang dua hari ini bahkan ingatannya hanya ada soal Namjoon yang DICIUM oleh pramugari congkak itu. Setiap ingat hal itu Jeongyeon rasanya ingin membuang Namjoon jauh-jauh dari ingatannya. Rasanya tak mau lagi ia berinteraksi dengan pria yang telah lama menjadi suaminya.

"Yaudah kalo kamu sekarang gak mau ngomong, aku mau ngomong sama Yeonwoo. Mana anak aku?"

"Ga ada. Udah yah, saya matiin."

Kling! Di tengah percakapan yang tidak bisa disebut percakapan, Jeongyeon mendapat notif di akun sosial medianya.  Saat ia buka isi direct massager itu rupanya akun aileee22 mengirim sebuah foto. Akun tersebut bukan mengirim ke akun sosial media Jeongyeon, tetapi akun sosial media milik Namjoon yang memang sempat login di handphone Jeongyeon.

aileee22

aileee22

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
PANDORATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang