Gimana baiknya?
Turun dari mobilnya, Namjoon melangkah menuju gerbang rumahnya. Ketika ia mencoba meraih kunci gerbang, rupanya gerbang itu tergembok. Jelas di rumah tak ada orang. Sebetulnya Namjoon punya kunci cadangan, tapi dia hanya merasa harus mencari keberadaan keluarganya. Tanpa banyak berpikir Namjoon langsung mencoba menghubungi istrinya. Namun yang ia dapati hanya suara operator yang mengatakan jika nomor Jeongyeon sudah tidak tersedia. Kemungkinan besar Jeongyeon sudah memblokir nomornya.
"Coba telfon Minju biasanya langsung diangkat."
Rupanya nomor Minju juga sedang tidak aktif. Lalu Namjoon mencoba menghubungi nomor Soobin. Hasilnya pun sama, Soobin juga tak dapat dihubungi. Kali ini Namjoon mencoba menghubungi Mina, tetangga yang cukup dekat dengan istrinya itu. Sambungan telfon terhubung tak lama setelah Namjoon menghubungi Mina.
"Halo, kenapa Kapten?"
"Min tau anak-anak gue sama istri gue kemana ngga? Ini gue pulang gak bawa kunci gembok tapi gerbangnya digembok."
"Loh bukannya mereka liburan ke rumah orang tua kak Jeongyeon?"
"Lah? Anak-anak gue juga ikut Min? Semuanya?"
"Semuanya. Tadinya Minju mau ikut aku liburan tapi batal katanya mau liburan di rumah orang tua kak Jeongyeon. Kapten ngga dikasih tau sama kak Jeongyeon?"
"Yaudah Min thanks yah. Mereka perginya kapan? Lu tau nggak?"
"Iya sama-sama. Kata kak Jeongyeon sih subuh mereka udah jalan ke bandara, mungkin sekarang udah sampe kali. Kok Kapten ngga tau mereka pergi?"
"Ntar aja yah Min. Gue nyari penerbangan buat nyusulin istri sama anak gue dulu. Have fun yah."
Tanpa banyak bertanya lagi Namjoon mengakhiri sambungan telfonnya dengan Mina. Dirinya segera masuk kembali ke dalam mobilnya. Sebelum ia memutuskan pergi, ia harus mencari penerbangan ke Padang.
●●●●●●●●●●●●●🐳
Udara segar menyambut pagi mereka. Embun pagi membasahi sekitarnya, membuatnya terlihat lebih natural. Pagi ini sebelum memulai aktivitas, Jimin mengajak semua untuk sarapan. Menu sarapan pagi ini sudah disediakan. Mereka hanya perlu mengambil piring dan menempatkan makanan yang sesuai dengan keinginan mereka.
"Makan yang tertib, gak usah berlebihan ya," tutur Jimin.
"Syaaaappp," kata Sunwoo si paling bersemangat tiap ada kesempatan makan.
"Hwall kemana? Kok gak keliatan?" tanya Jimin.
Padahal sedari tadi Hwall masih terlihat bersama mereka. Tiba-tiba saja saat mengantri makanan mereka tak lagi melihat Hwall. Mereka mengedarkan seluruh pandangan dan menemukan Hwall yang duduk menyandar ke tembok. Tak usah menerka lagi apa yang ia lakukan, dengan mata tertutup rapat dan mulut yang sedikit terbuka, sudah pasti ia tenggelam dalam mimpi.
"Setdaah perasaan kita di sini belum sepuluh menit, udah pules lagi aja itu," kata Jungmo.
"Ish, punya abang lemah banget kalo urusan ngangkat bulu mata," kata Yeji.
"Bangunin dulu, ntar gak kebagian sarapan," kata Jimin.
"Iya Om," kata Yeji.
Gadis itu melangkah ke tempat Hwall. Dia berusaha mengguncang tubuh Hwall namun yang didapat hanya lenguhan kecil pemuda itu. Orang yang tak mengenal Hwall pasti mengira ia kurang tidur, padahal memang bawaannya yang ngantuk terus.
"Abang! Abang bangun...mau makan nggak?"
"Ntar sih Ji, masih ngantuk," balas Hwall.
"Udah mau diberesin makanannya sama staff, lu mau sarapan apa di sini? Makanya cuci muka pake air, lu cuci muka gak tadi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
PANDORA
FanfictionCerita keseharian tentang pemukim umum. Beberapa tingkah dari mereka ada yang minim akhlak sampai ada juga yang akhlaknya eobseo. Wanna know it? Let's check this pandora! Bahasa : Formal/Non Formal Update : Jarang Universe : AU Gambar hanya sebagai...
