046

13 3 2
                                        

Gara-Gara Ekskul

Kalau Jaemin jadi primadona anak-anak baru, rasanya sudah tak heran. Jangankan anak baru yang betul-betul baru melihatnya, anak-anak yang satu angkatan dan kakak kelasnya juga banyak yang kesemsem dengannya. Dianugrahi wajah tampan mirip Dilan, tinggi semampai, kepribadian ramah, dan pintar bergaul membuatnya cukup dikenal sebagian besar orang. Sebagian besar yang mengaguminya sih kebanyakan kaum hawa puber. Bagi kaum adam, Jaemin acap kali dianggap saingan berat mereka.

"Heleh, baru Jaemin belum gua. Ntar kalo gue turun buat promosiin, repot kalian," gumam Sunwoo yang iri melihat kepopuleran kakak kelasnya itu. Dia sendiri dari awal sudah sibuk mengumpulkan formulir pendaftaran dari anak-anak lain yang mendaftar.

Jungmo dan Hwall kembali duduk ke kursi mereka setelah tak ada yang mendatangi keduanya, semua orang cuma mau menyambangi Jaemin.

"Soobin mana sih?" tanya Jungmo.

"Kok gue baru sadar tuh bocah ngilang? Pantes dari tadi kuping gua sepi," kata Sunwoo.

"Berak kali dia, katanya tadi mules," tutur Hwall.

Bukannya Soobin, justru Chaewon yang datang ke stand OSIS.

"Astaga my Bubub, duduk sini aku kipasin. Keliatannya capek banget," kata Sunwoo menyambut Chaewon.

"Capek lah, gue harus bolak-balik dua stand. Lagian lu pada kagak ikut bantuin di sini? Itu banyak orang yang dateng loh," kata Chaewon, baru datang sudah ngamuk.

"Yang dateng cuma mau ketemu mereka berdua doang noh. Kita dari tadi gak dipeduliin," jawab Jungmo.

"Itu sebelah lu napa mukanya ketekuk gitu kek kaleng bekas?"

"Ya lu liat aja dari tadi Minju sama Jaemin mulu, dia udah kayak figuran yang lalu lalang di FTV," ejek Jungmo.

"Apaan, gue gak sejelek itu ya," protes Hwall, lalu kepalanya menoleh ke tempat keramaian "tapi emang Jaemin cakep sih."

"Udah jangan pada murung, ayo bantuin  yang lain," kata Chaewon.

"Temen-temen minta tolong bantuin di sini, ini banyak yang mau nanya-nanya, gue masih handle yang lain," kata Minju.

"Giliran begini aja nyariin gua," kata Hwall.

"Berasa berarti banget ya lu, dia nyariin kita semua," kata Jungmo.

"Sssssttt! Diem lu."

Anggota yang lain sebetulnya ada juga, tapi mereka sekarang sedang istirahat karena memang Hwall dan rombongannya kebagian jatah shift ke dua, istilahnya. Sigap membantu yang lain, Chaewon menarik kursi dan duduk di sebelah Minju untuk membantunya. Hwall pun sama, dia duduk di sisi lain sebelah Minju.

"Abang tolong bantuin kak Jaemin aja, dia juga kerepotan," kata Minju.

DEG! Diusir secara halus oleh Minju membuat perasaan Hwall sedikit tercubit. Tidak----ini lebih seperti dicubit tang tak kasat mata.

"O-oke." Hwall tersenyum paksa, ia menoleh ke arah Jaemin dan memasang wajah malas.

Kursi yang didudukinya ia bawa ke arah Jaemin.

"Yang mau nanya sesuatu bisa ke saya juga yah," kata Hwall.

Menurut Jaemin, ekspresi yang ditunjukkan Hwall terlihat sangat kaku. Jadi Jaemin menyuruhnya untuk memperlihatkan senyumannya.

 Jadi Jaemin menyuruhnya untuk memperlihatkan senyumannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 21 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PANDORATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang