037

33 4 5
                                        

"It's okay?"

"Kita ke rumah ayah sekarang aja," kata Namjoon.

Jeongyeon menggigit bibir bawahnya, pikirannya berkecamuk. Antara ia ingin menemui orang tuanya, namun di sisi lain ia masih belum berani menghadapi mereka.

"Kenapa?" tanya Namjoon.

Helaan nafas Jeongyeon mengawali kalimatnya.

"Minju gimana Yah?" tanya Jeongyeon dengan hati-hati, ia takut suaminya itu tersinggung.

"Nggak papa. Aku udah siap kok sama apapun yang bakal terjadi. Aku gak mau kita terus-terusan jauh dari orang tua kita."

"Gimana kalo dia tau kalo dia bukan---"

"Ayah yang bakal jelasin Bu."

Jeongyeon memegang tangan Namjoon, "tapi kasian Yah. Minju pasti---"

"Ini salah Ayah, Bu. Ayah harus jelasin ini mau gak mau. Minju juga udah mulai besar, Ayah rasa dia juga harus ngerti. Maafin Ayah yah Bu, kalau aja dulu---"

"---kita siap-siap aja. Ibu bilang sama anak-anak dulu buat siap-siap juga."

Lantas Jeongyeon pergi ke kamar anak-anaknya, meninggalkan Namjoon yang mulai mengemas barang-barang milik istrinya. Di kamar yang diisi Soobin dan kedua adiknya, Jeongyeon melihat Soobin dan Yeonwoo yang sibuk menenangkan Minju yang menangis tersedu-sedu. Jeongyeon panik melihat putrinya itu menangis begitu hebatnya.

"Kenapa Kak? Dijailin Soobin?" tanya Jeongyeon.

"Ih enggak Bu," kata Soobin.

"Ibu....huhuhu...kita gak usah ajak ayah ngomong aja yah Bu, ayah kita cuekin aja Bu. Ayah jahat...huhuhu...," ujar Minju di sela-sela tangisannya. Ia seketika meringsak ke pelukan ibunya.

"Enggak, ayah baik kok, kita gak harus musuhin ayah."

"Tapi kata Yeonwoo---"

"Enggak, Adek salah liat aja."

"Terus kenapa ayah gak dikasih tau kalo kita di sini? Bukannya itu karen Ibu marah sama ayah gara-gara yang dibilang Yeonwoo?" Ini pertanyaan yang keluar dari si sulung, Soobin. Dadi raut wajahnya, Jeongyeon sudah mengerti bahwa dia juga terlihat menuntut sang ibu untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

"Kan ayah udah bilang kalo dia gak baca chat ibu. Sekarang kalian mulai kemasin barang-barang kalian yah, kita ke rumah kakek sekarang."

"Ibu nggak bohong kan?"

"Enggak Bin. Kita siap-siap ke rumah kakek aja yah, ntar keburu kemaleman di jalan."

"Ibu kalo ada masalah sama ayah, jujur aja sama kita atau sama Soobin aja gak papa, Bu. Jangan Ibu simpen sendiri. Ibu jangan karena kita anaknya Ibu terus Ibu berusaha keliatan kuat terus di depan kita," ujar Soobin yang diangguki Minju.

"Maaf yah kalau Ibu bikin kalian khawatir, tapi sekarang udah nggak papa kok."

Senyum kecil tersungging di bibir wanita cantik itu demi meyakinkan anak-anaknya.

"Yeonwoo bantuin beresin baju Yeonwoo di kamar Ibu yah," pinta Jeongyeon.

Bocah itu langsung menuruni ranjang dan pergi ke kamar ibunya. Meski ibunya sudah mengatakan bahwa dia baik-baik saja, namun Soobin tak yakin akan hal itu. Banyak sekali pertanyaan di kepalanya dan ia masih ragu untuk bertanya pada ibunya.







●●●●●●●●●●●●●🐳
Sunwoo masuk angin usai pulang liburan. Lebih tepatnya gara-gara nyemplung kubangan air tengah malam. Beruntung bundanya masih sabar merawatnya saat meriang seperti sekarang. Karena selera makannya juga kurang, Nayeon menyuapi putranya itu dengan bubur yang sempat dibuatkan Seokjin sebelum ia pergi bekerja tadi.

PANDORATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang