OSPEK!
Keseruan hari pertama OSPEK membuat murid-murid baru menikmati masa perkenalan di lingkungan sekolah baru. Acara OSPEK yang dikira akan mengerikan dengan dandanan aneh, hukuman gila, atau pembulian berkedok alasan disiplin benar-benar tidak ada. Pertama, Minju sebagai ketua OSIS sangat malas mengadakan acara yang menurutnya sudah tidak relevan dengan zaman. Kedua, Minju tak punya waktu untuk memikirkan rangkain acara yang panjang, sebetulnya ini lebih cocok dijadikan alasan utama sih. Ketiga, sekolah juga hanya memberi waktu dua hari untuk masa OSPEK jadi menurut Minju, hal-hal tidak diperlukan untuk masa orientasi sekalian saja ditiadakan. Usai acara sambutan dari kepala sekolah dan beberapa staff lain, acara OSPEK dilanjutkan oleh OSIS sendiri.
"Hai kenalin saya Kim Minju, ketua OSIS di sini. Saya harap teman-teman semua bisa saling mengenal satu sama lain dengan adanya masa orientasi yang berlangsung selama dua hari. Hari ini semuanya baik kan?"
Riuh semua murid baru menyahuti Minju. Ada yang menjawab dengan jawaban biasa, ada celetukan berbeda dari beberapa murid juga.
"Baik Kak, kalo ngga baik mah kita di rumah sakit."
"Oke-oke. Dari suaranya yang semangat sih kedengerannya lagi baik-baik semua," kata Minju.
Meski matahari pagi lumayan terik, namun semangat siswa-siswi baru ini juga tak kalah menyala. Jajaran OSIS yang ditugaskan untuk mengawasi orientasi siswa juga tak kalah semangat. Seperti Hwall, dia yang ditugaskan di divisi PDD sudah beberapa kali menjepret bidikan sosok Minju. Dari tadi dia cuma berdiri segaris lurus dengan gadis itu dan hanya memotret beberapa bidikan dari anggota OSIS lain. Seakan, foto anggota lain hanyalah formalitas belaka sementara foto untuk Minju haruslah bagian dari keprofesionalitasannya atau apalah itu.
"Abang, fotoin Yeji."
Gangguan kecil saat Hwall mencoba membidik jepretan dokumentasi berasal dari adiknya yang berdiri tepat di sebelahnya. Berani-beraninya dia mengganggu fokus bujang yang tengah dimabuk cinta ini.
"Males, kita kan gak kenal," balas Hwall.
"Nyebelin." Yeji mencebik halus,lalu fokus kembali ke acara.
"Susah ngomong sama orang yang lagi kecintaan, mah," tutur Yejin yang baris di depan Yeji persis.
"Iya tuh."
"Jadi temen-temen, ini kita mau main games aja yah buat seru-seruan aja. Sebetulnya ini buat perkenalan juga, nanti gamesnya dijelasin sama Kak Jaemin yah. Silahkan Kak Jaemin jelasin soal gamesnya."
Minju memberikan microphone yang sempat dipegangnya pada Jaemin. Lalu gadis itu menepi dan terlihat memanggil Hwall. Tanpa babibu laki-laki yang dipanggilnya segera menyambanginya.
"Sialan Hwall, giliran dipanggil Minju gercep banget. Gak pernah dia begitu ke gua yang adeknya sendiri," kesal Yeji.
Bahu Yeji serasa ditepuk sesuatu, gadis itu menoleh ke arah kiri, sedikit melongok ke belakang karena terhalang murid lain di antaranya.
"Abang lu bucin banget set dah, keliatan banget kecintaannya," kata Yuna yang tadi menepuk bahu Yeji.
"Tau, dodol emang padahal kecintaan sendirian." Kemudian dengan senyuman khas kucingnya, Yeji nyengir ke anak perempuan di sebelahnya karena merasa mengganggu, "sorry yah."
KAMU SEDANG MEMBACA
PANDORA
Fiksi PenggemarCerita keseharian tentang pemukim umum. Beberapa tingkah dari mereka ada yang minim akhlak sampai ada juga yang akhlaknya eobseo. Wanna know it? Let's check this pandora! Bahasa : Formal/Non Formal Update : Jarang Universe : AU Gambar hanya sebagai...
