Liburan hampir habis!
Jungmo terbagun setelah semalaman ia menikmati waktu tidurnya. Rasanya cuma di Kyoto dia bisa merasakan kualitas tidur terbaik. Namun lusa dia sudah harus pulang ke rumah untuk persiapan sekolahnya. Padahal Jungmo masih ingin tinggal lebih lama di sana. Usai merapikan tempat tidurnya, Jungmo bergegas untuk menunaikan ibadahnya. Meski terlihat mageran, tapi kalau urusan rapi, Jungmo lebih unggul ketimbang adiknya, Yuna.
"Baaaaa!"
Yuna tiba-tiba datang mengagetkan Jungmo. Wajah gadis itu masih dibalut dengan clay mask yang membuatnya terlihat menyeramkan jika dilihat tiba-tiba. Jungmo sampai gelagapan sangkin terkejutnya. Mata masih baru melek tapi langsung disuguhi pemandangan peri rawa-rawa.
"Lu yang bener aja sih," sungut Jungmo sembari melempar bantalnya ke arah Yuna.
Dengan sigap Yuna mengelaknya, bantal itu jatuh begitu saja ke lantai.
"Eh ayok kita jogging-jogging," ajak Yuna.
"Males banget, apalagi muka lu begitu."
"Kita tuh mau pergi tau makanya gue pake masker supaya muka cerah," kata Yuna.
"Pergi? Kemana? Kok gua ngga tau?"
"Yeu, update makanya lu. Kita tuh mau ke ..." Yuna menggaruk keningnya yang tak gatal. Otaknya yang lemot itu susah mengingat nama tempat destinasi yang rencananya akan dikunjungi bersama keluarganya nanti.
"Kemana?" tanya Jungmo.
"Kemana yah Kak?" Dahi Yuna semakin berkerut, "pokoknya kita mau pergi deh. Sekalian beli oleh-oleh buat kita pulang nanti," kata Yuna.
"Kita mau pulang yah? Gak di sini aja kita tinggal?"
"Hidih, kek bisa bahasa Jepang aja. Cuma tau ohayou sama ara-ara doang gegayaan mau jadi orang sini. Gue sih mau di Depok aja, di Jepang gak ada Bajawa," kata Yuna.
"Pah....Yuna mau dugem Pah...," teriak Jungmo.
"APA?"
Sahutan Hoseok seketika membuat Yuna panik. Bantal yang tadinya masih tergeletak seketika langsung diraih oleh Yuna. Dilemparkannya ke arah Jungmo dan berulang kali dia memukulkannya.
"Sembarangan lu, kalo papah denger gue bisa gak dibolehin main. Lagian Bajawa bukan tempat dugem," sungut Yuna. Sebelum kakaknya berhasil mengeluarkan kekuatannya, Yuna lebih dulu memiting leher kakaknya agar mengurangi gerakan kakaknya dan bisa dengan mudah mengintimidasi kakaknya meski Jungmo tak merasa ketakutan sama sekali.
"Iya becanda, becanda, ahahaha. Udahan coy," pinta Jungmo.
Masih dengan piyamanya, Hoseok mendatangi kamar Jungmo dimana ia mendengar suara kisruh Jungmo dan Yuna.
"Siapa mau dugem? Mau Papah gantung di pohon persik depan?" tanya Hoseok.
"Enggak ahahaha, nih Yuna katanya mau fanmeet di Bajawa," kata Jungmo.
"Fanmeet sama siapa?" tanya Hoseok.
"Sama Arafah sama Halda, ahahaha."
"Ada-ada aja. Pada mandi gih, udah pada sholat belum?"
"Kakak nih rese," sungut Yuna.
"Udah biarin aja."
Sebelum benar-benar meninggalkan kamar kakaknya, Yuna mengacak-ngacak rambut Jungmo sambil menjambaknya. Dia langsung kabur sebelum kesadaran Jungmo terkumpul dan tentunya sebelum papahnya pergi agar dia bisa tetap aman dari jangkauan Jungmo.
KAMU SEDANG MEMBACA
PANDORA
FanfictionCerita keseharian tentang pemukim umum. Beberapa tingkah dari mereka ada yang minim akhlak sampai ada juga yang akhlaknya eobseo. Wanna know it? Let's check this pandora! Bahasa : Formal/Non Formal Update : Jarang Universe : AU Gambar hanya sebagai...
