43

12 3 0
                                        

Liburan Hari Terakhir bag 2



Pulang dari resto, Seokjin langsung merebahkan dirinya di atas sofa. Tubuh tegapnya terasa lemas usai seharian berkutat dengan pekerjaannya. Aroma keringat yang masih menempel di bajunya membuat Seokjin terbatuk ketika ia tak sengaja menciumnya. Parah, padahal dia sudah menyemprotkan parfum sebelum pulang tadi.

"Ayah baru nyampe?" Nayeon menyusul suaminya merebahkan diri di sofa lain. Kondisinya tak beda jauh dari suaminya. Wanita itu baru selesai mengerjakan pekerjaan rumahnya juga malam itu.

"Baru. Bunda udah makan?"

Tangan Seokjin meraih kepala Nayeon untuk diusapnya pelan. Hal itu cukup menenangkan Nayeon yang masih mencoba mengatur nafasnya.

"Belum Yah, maaf gak masak juga Yah. Bunda baru kelar nyetrikain baju, seragam sekolah anak-anak juga baru Bunda beresin. Kita pesen makanan aja Yah?"

Terkesan lucu memang ketika pemilik usaha makanan malah memesan makan di tempat lain. Tapi apa salahnya kan? Terlebih saat keduanya tak ada yang bisa menyiapkan makanan. Lebih baik langsung cari solusi cepat dan praktis.

"Pesen aja nggak papa. Anak-anak udah pada makan?" tanya Seokjin.

"Udah, tadi mah Jihyo bawain makanan tuh, dia tadi jengukin Uno. Anak-anak makan makanan yang Jihyo bawain, sekarang udah pada tidur," jawab Nayeon.

"Syukur lah. Uno gimana? Udah mendingan?"

"Udah lumayan."

"Bunda mau mandi atau nggak? Ayah mau mandi dulu, nanti kalo udah selesai Ayah pijitin deh kayaknya Bunda capek banget," kata Seokjin.

"Nggak Yah, masuk angin Bunda mandi jam segini. Bunda pesen makan aja, mau makan apa?"

"Samain aja kayak Bunda, tapi Ayah mau ayam goreng juga."

"Oke. Ntar dulu Bunda mau istirahat bentar lagi."

Belum sempat keduanya beranjak, tiba-tiba Sunwoo datang menghampiri kedua orang tuanya yang masih ada di ruang tengah. Melihat kedatangan Sunwoo, kedua orang tuanya langsung merentangkan tangan, bermaksud menyambut putra mereka dengan pelukan. Namun Sunwoo yang bingung memilih pada siapa ia menjatuhkan pelukannya justru langsung terduduk di lantai.

Seokjin terkekeh melihat putranya lalu bertanya, "kenapa No? Kok belum tidur?" tanyanya lembut.

"Laper, Bunda masak nggak?" tanya Sunwoo.

"Ya ampun kasian anaknya Bunda kelaperan. Duduk di atas Nak. Ini Bunda sama Ayah mau pesen makan, Uno mau makan apa?" tanya Nayeon.

"Mau soto babat, Bun. Boleh kan Bun? Uno udah gak sakit perut kok," kata Sunwoo.

"Boleh Yah?" tanya Nayeon pada Seokjin.

"Yaudah coba aja kalo udah ngga sakit perutnya."

"Ayah pesen apa?" tanya Sunwoo.

"Ayam goreng, ntar Ayah mau bikin sambelnya sendiri aja."

"Uno mau dong ayam goreng," pinta Sunwoo.

PANDORATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang