G to L to the Am to the Ping!
Malam hari di tenda ditemani hujan kecil malah membuat suasana menjadi lebih menenangkan. Di tenda milik Sunwoo, Hwall, Jungmo dan Jake, mereka sibuk membuat makanan instant. Mereka kini tengah menunggu mi instant dan nasi goreng yang mereka panaskan dengan heat pack.
"Tenda lain mah gak seru, sepi banget masa," kata Jake.
"Hooh, pada tidur yah? Masa jauh-jauh kemari cuma tidur doang," kata Sunwoo.
"Fotoin gua dong, Bang," pinta Jake.
"Buset poto mulu lu. Ngepap ke siapa sih?"
"Setdah gak ada beda sama kak Yeonjun. Emang napa sih? Buat koleksi aja di hp gua," kata Jake. Tanpa banyak bicara lagi, Jake memaksa Sunwoo untuk memotret dirinya dengan ponsel miliknya sendiri.
"Narsis banget, abis ini gua yah," kata Sunwoo.
"Sama aja lu. Nyalain tuh plesnya ples, biar gua agak cerahan," kata Jake.
"Elah, ples gak tuh."
Berbagai macam pose Jake sudah terabadikan oleh Sunwoo di ponselnya. Giliran Sunwoo yang minta dipotret oleh Jake. Kilatan flash di tenda mereka benar-benar seperti kilatan flash kamera wartawan yang tidak berhenti-henti. Sementara itu Hwall, dia cuma memandang ke arah kamera miliknya yang tergeletak tanpa selera. Model yang tadinya akan ia abadikan dalam jepretan kameranya malah batal ikut glamping.
"Hwall boleh pake kamera lu gak?" tanya Jungmo.
"Hm, pake aja," balas Hwall yang memangku wajah.
"Abang kenapa sih? Sakit yah? Daritadi murung terus, apa mau gue beliin makanan lain?" tawar Jake.
Meski mereka bersaing dalam mendapatkan seorang Kim Minju, tapi sebetulnya sisi persahabatan mereka cukup kental.
"Enggak," jawab Hwall.
"Biasalah itu pujangga muda kangen doinya," kata Jungmo.
Hwall melayangkan tatapan tajam ke arah sahabatnya itu namun dalam beberapa detik tatapan itu berubah lagi menjadi tatapan memelas.
"Jangan diem mulu ah, kesurupan loh nanti," tegur Jake.
"Gak mood gue."
"Loh kan ntar pas kita balik ketemu Minju lagi, santai dulu gak sih? Ya gak Bang?" kata Jake pada Sunwoo. Ia lalu memakai kacamata hitamnya, "fotoin gue lagi, Bang," pintanya ke Sunwoo.
"Buset masih kurang aja," kata Jungmo.
"Ck, kan belum ada tadi yang guenya make kacamata," kata Jake.
"Lu mau ikutan juga gak?" tanya Sunwoo.
"Ayo sini bareng," ajak Jake.
Tak mau ketinggalan eksis, Jungmo langsung mendekat supaya bisa masuk frame.
"Gue gak diajak juga?" tanya Hwall.
"Yeu daritadi diem ternyata pengen kita ajakin foto, bilang dong," kata Jake. "Ayo cepet sini." Jake menggeser pantatnya agar yang lain juga bisa bergabung dalam keseruannya.
●●●●●●●●●●●●●🐳
Dikira tidur, ternyata di tenda ciwi-ciwi malah lebih terlihat serius. Tahu tidak apa yang dilakukan mereka? Seperti apa yang dilakukan bocah gabut pada umumnya di tempat gelap, mereka malah main Charlie-Charlie. Sudah Chaewon siapkan peralatannya, lampu tenda juga sudah padam, sekarang mereka sudah duduk memutari kertas dan pensil yang disediakan untuk si hantu Charlie.
KAMU SEDANG MEMBACA
PANDORA
Fiksyen PeminatCerita keseharian tentang pemukim umum. Beberapa tingkah dari mereka ada yang minim akhlak sampai ada juga yang akhlaknya eobseo. Wanna know it? Let's check this pandora! Bahasa : Formal/Non Formal Update : Jarang Universe : AU Gambar hanya sebagai...
