Chapter 6

41.8K 1.4K 34
                                        

CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!

Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰

After 8 Years (3)

ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ

“Kau menjual dirimu... seorang pelacur. Kau, yang dulu begitu bangga menjadi putri dari keluarga terhormat. Ironis sekali, bukan?”

Ainsley ingin membalas, ingin berteriak dan membela dirinya. Tetapi apa yang bisa ia katakan? Semua yang dikatakan Galen benar. Fakta-fakta pahit itu kini menamparnya dengan keras.Air mata yang ia coba tahan akhirnya jatuh juga, membasahi pipinya yang kini memucat.

“Aku tidak punya pilihan,” gumamnya, hampir tak terdengar.

Galen tertawa kecil, tetapi tidak ada kehangatan dalam suara itu. Hanya penuh kepahitan. “Kita semua punya pilihan, Ainsley. Kau hanya memilih jalan yang paling mudah, meski itu artinya menghancurkan dirimu sendiri.”

Hening sejenak, hanya ada suara napas berat dan detak jantung yang terasa memburu. Galen akhirnya mengalihkan pandangannya, membuang muka seolah tak sanggup lagi melihat wanita yang pernah ia cintai dengan seluruh hidupnya.

“Aku membencimu,” bisiknya dingin. “Tapi aku juga tidak bisa berhenti peduli padamu. Dan itulah yang paling menyakitkan.”

Ainsley menggigit bibirnya lebih keras, mencoba menahan isak yang mulai mengguncang tubuhnya. Tetapi apa pun yang ia rasakan sekarang, ia tahu satu hal—Galen tidak sepenuhnya membencinya. Dan itu jauh lebih menyakitkan daripada apa pun.

“Lupakan soal masa lalu,” ucap Galen dingin sembari mematikan cerutunya di asbak kristal di samping jendela. Asap terakhir yang mengepul dari ujung cerutu itu lenyap bersama kata-katanya yang menusuk.

“Yang terpenting sekarang, aku sudah membelimu. Dengan harga yang bahkan bisa membeli sebuah mobil mewah. Kau milikku sekarang, Ainsley. Jadi, lakukan apa pun yang aku inginkan darimu, sampai aku bosan.”

Ainsley terdiam, tubuhnya membeku seolah waktu berhenti. Tangisannya memang sudah reda, tetapi rasa takut yang kini menguasainya jauh lebih mengerikan.

Jemarinya bergetar hebat, begitu juga hatinya yang mulai retak oleh kenyataan pahit. Ia memang tidak akan lagi berada di tempat hina ini, tetapi ia tahu betul bahwa kebebasan yang baru saja dirasakan hanyalah semu—bayaran untuk hidupnya kini ada di tangan pria di depannya.

“Apa yang kau mau dariku?” bisiknya nyaris tak terdengar. Suaranya terdengar kecil, seperti anak kecil yang ketakutan di depan amukan badai.

Galen memutar tubuhnya, menatap Ainsley dengan mata cokelat tajam yang penuh dengan api kemarahan dan kehampaan. Ia mendekat perlahan, setiap langkahnya seakan menghantam Ainsley seperti palu godam.

“Apa kau masih tidak mengerti, Ainsley? Apa kau benar-benar bodoh?” Suaranya turun satu oktaf, serupa geraman. “Kau tahu apa yang dilakukan seorang pelacur setelah seorang pria membelinya, bukan?”

Ainsley menggigit bibirnya keras-keras, menahan diri agar tidak terisak lagi. Kata-kata itu seperti pisau tajam yang mengoyak harga dirinya sedikit demi sedikit. Ia tahu persis maksud Galen, tapi mendengarnya langsung dari mulut pria yang dulu mencintainya begitu dalam... itu jauh lebih menghancurkan.

FADED DESIRE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang