Chapter 28

19.1K 669 42
                                    

CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!

Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰

Little Hope [3]

ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ

Derap langkah Galen menggema di sepanjang lorong rumahnya, bergema di atas marmer mahal yang kini tak lagi terasa dingin. Panas amarahnya menguar, memenuhi setiap sudut ruangan. Langkahnya cepat, berat, dan penuh kemarahan yang nyaris meledak.

Ia hendak menaiki anak tangga, matanya tertuju ke lantai dua, ke kamar mereka. Namun, sepasang matanya menangkap sesuatu di jendela belakang dan itu menghentikan langkahnya seketika.

Orang yang ia cari ada di luar.

Galen berbalik, bergegas melangkah ke arah pintu belakang. Begitu kakinya menyentuh rumput hijau, napasnya terdengar lebih berat. Di bawah rindangnya pohon besar, di atas kursi ayun yang bergoyang pelan, Ainsley duduk dengan tatapan kosong.

Namun, dalam sekejap, situasi berubah.
Galen tak memberinya waktu untuk menyadari kedatangannya. Dalam satu tarikan kasar, ia menarik Ainsley berdiri, tubuh wanita itu hampir terhuyung ke depan.

“You are a fucking slut!”

Suara itu memecah keheningan, dingin, tajam, dan penuh racun.

Ainsley membeku.

Matanya membesar, bukan hanya karena keterkejutan akan kedatangan Galen yang tiba-tiba, tapi karena kata-kata itu menghantamnya lebih keras daripada cengkeraman kasar di lengannya.

“Kau tahu siapa yang aku temui di toko bayi tadi?” Suara Galen masih penuh amarah. “Ya, Marvel Jefferson.”

Ainsley masih diam, tangannya meremas gaun yang ia kenakan. Cengkeraman di lengannya semakin menguat, menyalurkan amarah pria di hadapannya langsung ke dalam kulitnya yang kini terasa panas dan nyeri.

“Menurutmu, untuk apa pria lajang seperti dia ada di sana?” suara Galen semakin menekan, matanya membara. “Memilah pakaian bayi, Ainsley. Kau yang memberitahunya? Kau katakan padanya kalau kau hamil? Hah?! Jawab!”

Ainsley menelan ludah, suaranya gemetar saat akhirnya keluar, “Aku... aku tidak mengatakan apa pun pada siapa pun...”

Air mata mulai berkumpul di pelupuk matanya. Ketakutan merayapi tubuhnya, bukan hanya karena amarah Galen yang begitu nyata, tapi juga karena ia tahu tidak ada yang bisa meyakinkannya saat ini.

Namun, jawaban itu justru membuat cengkeraman di lengannya semakin erat, membuatnya meringis kesakitan.

“Berhenti membual, jalang sialan!”

Dan saat itu, di bawah langit sore yang perlahan meredup, di antara daun-daun yang bergoyang ditiup angin, ketegangan di antara mereka mencapai puncaknya, sebuah batas yang jika didorong sedikit lagi, bisa menghancurkan segalanya.

Ainsley mengumpulkan seluruh kekuatannya, kedua tangannya mendorong keras dada Galen hingga pria itu terdorong ke belakang. Napasnya memburu, tubuhnya gemetar, dan perutnya terasa nyeri tetapi ia menolak untuk terlihat lemah di hadapan pria yang telah menghancurkan hidupnya.

Matanya menatap tajam ke arah Galen, penuh dengan kemarahan, kepedihan, dan kekecewaan yang selama ini ia pendam.

“Kau pikir aku bangga dengan kehamilan ini? Kau pikir aku akan dengan senang hati mengumumkannya pada orang lain? Hah?!” suaranya pecah, bergetar oleh emosi yang sudah tak terbendung lagi.

FADED DESIRE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang